Nisan Troloyo, Bukti Peradaban Islam di Masa Majapahit

Rizal Amrulloh • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 13:00 WIB
JEJAK ISLAM: Batu nisan Troloyo di Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Jawa Timur. (Sumber: BPK Wilayah Jatim)
JEJAK ISLAM: Batu nisan Troloyo di Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Jawa Timur. (Sumber: BPK Wilayah Jatim)
RADAR MAJAPAHIT – Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Jawa Timur mengenalkan salah satu koleksi penting berupa nisan Troloyo. Nisan batu kuno ini menjadi bukti sejarah berkembangnya komunitas Muslim di wilayah Kerajaan Majapahit. 
"Nisan-nisan dari Troloyo adalah bukti bahwa di Majapahit telah berkembang komunitas Muslim," demikian keterangan yang dilansir dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Jawa Timur (Jatim).
Nisan Troloyo sendiri berasal dari kompleks pemakaman Troloyo di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Kawasan ini diyakini merupakan pusat pemerintahan Majapahit pada masa lalu.

Berdasarkan angka tahun yang tertera pada nisan, diketahui rentang waktu penggunaannya sangat panjang. "Angka tahun pada nisan menunjukkan mulai 1290 Saka (1368 M) dan termuda 1533 Saka (1611 M)," jelas BPK Wilayah Jatim.

Artinya, nisan-nisan ini digunakan sejak masa kejayaan Majapahit hingga periode setelahnya. Keunikan lain terletak pada bentuk dan ornamennya.

Nisan Troloyo menunjukkan adanya akulturasi budaya. "Unsur hiasnya menunjukkan percampuran gaya seni Hindu-Buddha dan Islam," terang pihak balai.

Salah satu contohnya adalah motif kala yang ditemukan pada nisan. Namun motif tersebut tidak digambarkan secara utuh seperti pada candi. "Kala yang disamarkan atau distilasi menjadi dekorasi yang tidak bertentangan dengan keyakinan," lanjut keterangan tersebut.

Bahkan beberapa unsur yang dulunya identik dengan kepercayaan sebelumnya juga mengalami perubahan. "Pancaran sinar dari Surya Majapahit, dewa-dewa dalam lingkaran surya dihilangkan," pungkas BPK Wilayah Jatim.

Nisan Troloyo kini menjadi salah satu artefak penting untuk memahami proses Islamisasi di Jawa yang berjalan damai dan beradaptasi dengan budaya lokal. (*/ram)

Editor : Rizal Amrulloh
Sumber : BPK Wilayah Jatim
BPK Wilayah Jatim majapahit makam troloyo trowulan