RADAR MAJAPAHIT - Kendi merupakan salah satu artefak penting peninggalan Kerajaan Majapahit. Benda yang terbuat dari tanah liat ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah air, tetapi juga mencerminkan peradaban dan spiritualitas masyarakat Nusantara pada abad ke-14 hingga ke-15.
Istilah kendi berasal dari bahasa Sansekerta, kundika, yang berarti tempat menyimpan air berbentuk seperti teko. Bahan dasar tanah liat pada kendi juga memiliki fungsi menjaga suhu air agar tetap sejuk secara alami.
Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Jawa Timur (Jatim) mencatat, pada masa Majapahit terdapat beragam bentuk kendi. Di antaranya kendi susu yang berbentuk silindris dengan badan menggelembung, kendi polos dengan cerat kerucut, dan kendi belimbing dengan enam lekuk bersudut lima. "Selain itu, bermacam-macam kendi juga ditemukan pada era Majapahit. Salah satunya adalah kendi Palembang yang memiliki empat cerat dengan posisi miring ke atas. Masing-masing cerat terhubung dengan satu pegangan pada bagian badan, membentuk karinasi atau pelipit garis vertikal seperti buah labu," terang BPK Jatim.
Ciri khas yang paling menonjol dari kendi Majapahit adalah bentuk corotnya yang kerap dibentuk menyerupai bentuk payudara wanita. Karenanya, wadah air minum tersebut juga disebut kendi susu. "Secara filosofis, bentuk ini melambangkan air sebagai air susu ibu bumi atau amerta. Sumber kehidupan, pemberi penghidupan, dan kesucian bagi umat manusia," jelas BPK Jatim.
Saat ini, masyarakat dapat menyaksikan langsung koleksi kendi-kendi Majapahit tersebut di Wilayah Jatim. (*/ram)
Editor : Rizal AmrullohSumber : BPK Wilayah Jatim