SEJUMLAH pelabuhan penting yang pernah menjadi simpul perdagangan global di era Kerajaan Majapahit kini tak lagi eksis. Pendangkalan laut akibat sedimentasi diduga menjadi salah satu penyebab pelabuhan-pelabuhan sibuk pada masanya itu akhirnya mati.
Di antara pelabuhan kuno yang kehilangan eksistensinya itu adalah Kambang Putih atau yang kini dikenal dengan nama Kabupaten Tuban. Pelabuhan utama Majapahit itu perlahan mengalami kemunduran seiring runtuhnya kerajaan. Penelitian geolog Hindia Belanda Reinout Willem van Bemmelen menyebutkan pola pergerakan laut membawa pasir yang perlahan memicu pendangkalan. Sedimentasi yang terjadi menyulitkan kapal-kapal bersandar. ”Ternyata kemudian Tuban menjadi dangkal,” ujar dosen sejarah Universitas Negeri Malang Deny Yudo Wahyudi.
Selain itu, pelabuhan di Gresik yang juga menjadi salah satu bandar dagang utama Majapahit kelak juga memudar. Deny mengungkapkan, pendangkalan juga diduga menjadi penyebab pelabuhan ini akhirnya mati. Hal ini diperkuat dengan sejumlah literatur yang menyebutkan dulunya menara Masjid Sunan Gini merupakan mercusuar. ”Karena dekat dengan pelabuhan,” tuturnya. (adi/ris)
Editor : Rizal Amrulloh