Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Bukan Cuma Cabai, Ternyata Masyarakat Majapahit Olah Kemukus hingga Lada Untuk Bumbu Pedas

Yulianto Adi Nugroho • Jumat, 22 Mei 2026 | 17:56 WIB
KUNO: Relief Karmawibhangga di Candi Borobudur, Magelang, menggambarkan aktivitas masyarakat Jawa kuno memasak kura-kura. (foto: Kemdikbud)
KUNO: Relief Karmawibhangga di Candi Borobudur, Magelang, menggambarkan aktivitas masyarakat Jawa kuno memasak kura-kura. (foto: Kemdikbud)

JAUH sebelum tanaman cabai yang sekarang dikenal masuk ke Nusantara, masyarakat Majapahit memanfaatkan kemukus, cabai Jawa, dan lada sebagai sumber rasa pedas dalam masakannya. 

Aneka bumbu dapur ”asli” Jawa itu menjadi bahan penting dalam sajian khas Majapahit yang kaya akan rempah.

Keragaman cita rasa dari kerajaan yang diyakini berpusat di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, itu dicatat pendeta Italia Odorico Mattiuzzi da Pordedone ketika melancong ke Jawa sekitar 1321-1322 Masehi.

Perjalanan tersebut diceritakan Odorico kepada sejawatnya, William de Solona, pada 1330 Masehi, yang kemudian dituangkan dalam manuskrip Relatio de mirabilibus orientalium Tatarorum

”Berlimpah cengkih, kemukus, dan buah pala serta segala macam rempah lain juga banyak jenis lain dalam jumlah besar, kecuali anggur,” demikian kutipan dalam buku tersebut seperti diungkapkan Daya Negri Wijaya, dosen sejarah Universitas Negeri Malang dalam seminar Wilwatikta Acarita yang digelar Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, 14 November 2025.

Menurut Daya, cengkih dan pala belum tumbuh di Pulau Jawa pada masa Majapahit. Komoditas tersebut diyakini berasal dari Maluku dan Banda.

Hanya saja, keberadaannya melimpah di Jawa seiring posisinya sebagai wilayah perantara perdagangan internasional. 

”Sehingga Jawa setidaknya di abad ke-15 memonopoli perdagangan rempah dari Malaka hingga Maluku,” tuturnya.

Di sisi lain, rempah seperti kemukus dan lada yang pada zaman itu diperdagangkan secara luas tumbuh di Jawa. ”Perasa pedas diambil dari lada dan kemukus,” ucapnya.

Kemukus atau piper cubeba sering disebut dengan nama lada berekor. Tanaman rempah berbentuk buah bulat kecil ini memiliki rasa pedas yang tajam, hangat, dan sedikit manis dengan bau aromatik menyegarkan, seperti campuran lada dan kamper.

Daya mengungkapkan, selain dua bahan itu, cabai Jawa juga menjadi andalan masarakat Majapahit untuk mendapatkan rasa pedas dalam masakannya. Berbeda dengan cabai yang dikenal sekarang.

Cabai Jawa memiliki bentuk kecil memanjang dan bergelombang layaknya sisik, serta rasa pedas hangat mirip lada. ”Di masa itu belum ada cabai, yang ada hanya cabai Jawa,” ucapnya. (adi/ris)

Editor : Martda Vadetya
#bumbu pedas #kemukus #majapahit #cabai #nusantara