Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Perahu Tambang Eksis Sejak Era Majapahit Hingga Masa Kini

Yulianto Adi Nugroho • Jumat, 24 April 2026 | 18:00 WIB
ANDALAN MASYARAKAT KUNO: Aktivitas perahu tambang penyeberangan Sungai Brantas di Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. (foto: dok. JPRM)
ANDALAN MASYARAKAT KUNO: Aktivitas perahu tambang penyeberangan Sungai Brantas di Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. (foto: dok. JPRM)

PERAHU tambang yang digunakan sejak masa Kerajaan Majapahit eksis hingga masa kini. 

Di wilayah Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, misalnya, perahu tambang menjadi transportasi andalan antardaerah.

Masyarakat memilih menyeberangi Sungai Brantas menggunakan perahu tambang karena lebih cepat daripada lewat jembatan.

Jasa perahu penyeberangan Sungai Brantas di Desa Betro sudah beroperasi selama puluhan tahun.

Transportasi air ini familiar dengan nama perahu tambang karena memanfaatkan tali tambang alias seling sebagai pengaman. ’’Ada tiga perahu, bukanya 24 jam,’’ kata Samian, salah satu operator perahu.

Perahu tambang di Desa Betro menghubungkan Mojokerto dan Jombang. Ribuan masyarakat dari berbagai daerah diangkut setiap hari.

Selain murah karena tarifnya hanya Rp 2 ribu sekali jalan, perahu tambang sangat memangkas waktu perjalanan. Hanya dua menit, warga bisa sampai seberang sungai. 

Sedangkan, jika melewati jalur darat, masyarakat harus melewati Jembatan Pagerluyung atau Jembatan Ploso yang jaraknya 6-12 kilometer.

’’Kalau lewat jembatan muternya terlalu jauh,’’ ujar Nur, salah satu pengguna jasa perahu tambang. (adi/fen)

Editor : Martda Vadetya
#sungai brantas #mojokerto #majapahit #transportasi air #perahu tambang