Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Transportasi Air Era Majapahit, Perahu Tambang Jadi Jembatan

Yulianto Adi Nugroho • Jumat, 24 April 2026 | 17:40 WIB
ANDALAN MASYARAKAT KUNO: Aktivitas perahu tambang penyeberangan Sungai Brantas di Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. (foto: dok. JPRM)
ANDALAN MASYARAKAT KUNO: Aktivitas perahu tambang penyeberangan Sungai Brantas di Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. (foto: dok. JPRM)

PERAHU tambang sudah ada sejak era Kerajaan Majapahit. Perahu ini menjadi sarana transportasi air yang hilir mudik mengangkut orang menyeberangi sungai.

Pamong Budaya Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur Tommy Raditya Dahana menjelaskan, perahu tambang tak ubahnya jembatan di zaman Majapahit.

Karena di masa itu konstruksi jembatan yang melintasi sungai besar belum terbangun, masyarakat mengandalkan perahu sebagai satu-satunya alat transportasi penyeberangan.

’’Untuk sungai-sungai besar, masyarakat mungkin lebih mengandalkan perahu tambang,’’ tuturnya.

Eksistensi perahu sebagai jembatan sungai diperkuat dengan kebijakan Majapahit terkait pengaturan transportasi air.

Salah satunya pengenaan pajak terhadap perahu-perahu yang hilir mudik di Sungai Brantas dan Sungai Bengawan Solo.

’’Ada pengaturan tersendiri masalah pajak untuk perahu-perahu tambang,’’ ungkapnya.

Menurut Tommy, perahu Majapahit terbuat dari kayu. Bentuknya sederhana dengan alat dayung manual yang digerakkan tenaga manusia.

Perahu ini mengangkut orang dan barang, terutama komoditas perdagangan dan pertanian.

Situs Perahu Punjulharjo di Rembang, Jawa Tengah, bisa menjadi contoh bentuk perahu di masa Jawa kuno.

Merujuk laman Kebudayaan Kemendikbud, perahu kuno itu memiliki panjang 17,9 meter dengan lebar 5,6 meter.

Analisis radiokarbon terhadap sampel tali ijuk perahu menunjukkan bahwa perahu yang diyakini terbuat dari kayu ulin ini berasal dari abad ke-7 sampai 8 Masehi atau lebih tua dari Kerajaan Majapahit. (adi/fen)

Editor : Martda Vadetya
#perauhu tambang #kuno #sungai brantas #majapahit #transportasi