Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Bertempat di Hutan dan Gunung Penanggungan, Lembaga Pendidikan Kadewaguruan Era Majapahit

Yulianto Adi Nugroho • Jumat, 10 April 2026 | 19:30 WIB
SIMBOL PENGETAHUAN: Relief resi atau pendeta yang membawa lontar di Candi Morangan, Sleman, Yogyakarta. (foto: Wikipedia)
SIMBOL PENGETAHUAN: Relief resi atau pendeta yang membawa lontar di Candi Morangan, Sleman, Yogyakarta. (foto: Wikipedia)

KADEWAGURUAN sebagai institusi pendidikan di masa Kerajaan Majapahit terletak di hutan dan lereng Gunung Penanggungan. Aspek spiritual, filosofis, dan praktik menjadi alasan sekolah ini dijauhkan dari hiruk-pikuk keramaian.

Pemerhati sejarah Asisi Suhariyanto mengatakan, Gunung Penanggungan yang dikenal dengan nama lain Pawitra adalah pusat kadewaguruan Majapahit.

Berbagai penemuan artefak dan candi di lereng gunung di Kabupaten Mojokerto, itu menunjukkan masifnya aktivitas pendidikan pada era tersebut.

”Kadewaguruan ada di lereng-lereng gunung dan tempat-tempat sepi,” jelasnya.

Pemilihan tempat ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang tenang, sunyi, dan dekat dengan alam, sehingga proses pembelajaran lebih fokus.

Dalam kosmologi Jawa kuno, gunung juga dianggap sebagai tempat suci para dewa bersemayam.

Hal ini selaras dengan tujuan pendidikan agama dan ilmu lainnya yang tak lepas dari proses olah batin dan spiritual.

Di sisi lain, kadewaguruan yang sering disebut sebagai mandala terpisah secara administratif dari pemerintahan, sehingga para guru mendapat otonomi penuh untuk mendidik murid-muridnya.

Selain di gunung, kadewaguruan Majapahit juga terletak di hutan belantara. Kakawin Negarakertagama mencatat Raja Hayam Wuruk yang memerintah pada 1350-1389 pernah mengunjungi kadewaguruan di hutan wanasrama sagara.

Sejumlah literatur menyebut lokasi ini berada di sekitar lereng Gurung Argopuro di Jawa Timur. (adi/ris)

Editor : Martda Vadetya
#pawitra #gunung penanggungan #kerajaan majapahit #candi #pendidikan