PENDIDIKAN dasar pada masa Kerajaan Majapahit dapat diakses semua kalangan tanpa membedakan strata sosial. Masyarakat kelas bawah hingga anak bangsawan hingga berguru kepada orang yang sama.
Pemerhati sejarah Asisi Suhariyanto mengatakan, kisah Ken Angrok atau yang sering disebut Ken Arok di Kitab Pararaton menjadi bukti egaliternya sistem pendidikan dasar di zaman kuno.
Diceritakan, Ken Angrok kecil bersahabat dengan anak seorang kepala desa setelah kabur dari ayah angkatnya yang memiliki kebiasaan mabuk dan berjudi.
Bersama sabahatnya bernama Tuan Tita itu, Ken Angrok kemudian mendapat pendidikan dasar dari guru di kampung.
’’Mereka memiliki guru yang sama dan apa yang diajarkan juga sama, padahal Ken Angrok seorang rakyat jelata sedangkan Tuan Tita secara privilege adalah anak seorang petinggi desa,’’ ungkapnya.
Menurut dia, sistem pendidikan dasar pada masa itu telah diterapkan secara metara tanpa membeda-bedakan kasta.
Semua masyarakat dari kelas terbawah hingga paling tinggi bisa mengakses pendidikan yang sama.
Hal ini, misalnya, berbeda ketika masa kolonial di Nusantara beberapa abad berikutnya yang membedakan sekolah anak priyayi dan pejebatan tinggi dengan rakyat biasa.
’’Artinya dalam konteks pendidikan, tidak ada strata di masa Majapahit,’’ tandasnya. (adi/fen)
Editor : Martda Vadetya