TAK hanya ragam makanan dengan segudang cita rasa, masyarakat Jawa kuno memiliki hidangan minuman yang menyegarkan. Seperti esktak air asam Jawa, air kelapa, dawet, hingga tuak.
Pemerhati sejarah Asisi Suhariyanto mengatakan, Kakawin Negarakertagama sebagai salah satu rujukan utama tentang Majapahit mencatat tentang melimpahkan minuman di pesta istana.
’’Ada tuak kelapa, tuak siwalan, arak dari beras, kilang, brem, dan tampo,’’ tuturnya dalam YouTube ASISI Channel.
Selain itu, kerajaan juga memiliki jamuan minuman fermentasi berupa badeg berbahan dasar gula kelapa dan sidhu dari tebu.
’’Dan, jangan lupakan tuak yang diolah dari jnu, pandan, bunga campaga, dan bunga karaman,’’ imbuhnya.
Tak hanya minuman mengandung alkohol, masyarakat Jawa kuno juga mengenal berbagai minuman menyegarkan lainnya.
Asisi menjelaskan, sekitar abad ke-12 Masehi, Kakawin Kresnayana mencatat adanya dawet, nama yang tak asing di zaman sekarang.
Minuman dengan rasa segar itu umumnya terbuat dari campuran cendol dan santan yang diguyur dengan es dan gula merah cair.
Dalam berbagai catatan sejarah, leluhur di tanah Jawa juga disebut memiliki kegemaran meneguh air asam Jawa dan air kelapa. ’’Sehat alami tanpa bahan pengawet,’’ tuturnya. (adi/fen)
Editor : Martda Vadetya