Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Gelang dan Kalung Jadi Penanda Status Sosial Masyarakat Majapahit 

Yulianto Adi Nugroho • Minggu, 28 Desember 2025 | 19:20 WIB
KUNO: Berbagai bentuk manik-manik dari masa Kerajaan Majapahit koleksi Museum Majapahit, Trowulan.
KUNO: Berbagai bentuk manik-manik dari masa Kerajaan Majapahit koleksi Museum Majapahit, Trowulan.

AKSESORI yang dipakai rakyat jelata pada masa Kerajaan Majapahit berbeda dengan kalangan bangsawan dan elite kerajaan.

Variasi pada bentuk, jumlah, dan ukuran itu sekaligus menunjukkan kelas sosial yang tak sama.

Relief kisah Sri Tanjung di Pendapa Teras Candi Penataran, Blitar, bisa menjadi gambaran. Sri Tanjung yang digambarkan berbusana panjang dan selendang mengenakan gelang tebal di kedua tangannya. Di lehernya, juga melingkar sebuah kalung mewah yang dilengkapi hiasan.

’’Gambaran ini berbeda dengan sosok pendeta perempuan yang hanya memakai gelang tipis dan tidak berkalung,’’ tutur Pamong Budaya Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XI Tommy Raditya Dahana.

Penampilan sosok Sri Tanjung jelas pula berbeda dengan gaya petani di relief Candi Gambar Wetan yang hanya mengenakan anting dan gelang sederhana.

 

 

Pun demikian dengan sosok wanita pada hiasan dinding Candi Kendalisodo di Trawas yang tak mengenakan aksesori sama sekali sehingga terkesan polos.

Tommy mengungkapkan, aksesori tubuh di masa Majapahit dianggap sebagai barang berharga.

Karena itu tak semua orang bisa mengenakannya. Kalau pun ada, bentuknya jauh lebih sederhana dibanding kepunyaan kalangan kerajaan dan bangsawan.

 

 

’’Jadi penanda status sosial juga karena tidak semua orang memakainya. Hanya orang dari strata tertentu yang bisa punya,’’ tandasnya. (adi/fen)

Editor : Martda Vadetya
#bangsawan #status sosial #majapahit #pendeta #petani #kebudayaan #Kelas sosial #trawas #aksesori #kerajaan