Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Jalur Air Jadi Akses Distribusi Industri Tekstil di Era Majapahit

Yulianto Adi Nugroho • Minggu, 7 Desember 2025 | 02:30 WIB
PENOPANG MOBILITAS: Sungai Brantas di Mojokerto yang pada zaman Majapahit menjadi jalur transportasi air.
PENOPANG MOBILITAS: Sungai Brantas di Mojokerto yang pada zaman Majapahit menjadi jalur transportasi air.

SUNGAI Brantas menggelarkan roda perekonomian Majapahi. Aktivitas perdagangan serta industri tekstil yang kala itu telah berkembang pesat juga mengandalkan keberadaan jalur air tersebut.

Pamong Budaya Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XI Tommy Raditya Dahana mengatakan, industri tekstil mensyaratkan adanya sistem transportasi yang layak untuk menjamin kelancaran distribusi bahan baku dan hasil produksi.

Pada masa silam, sungailah yang menyediakan akses lalu lintas barang dan menghubungkan daerah pesisir dengan hulu. ’’Di situlah peran penting Brantas bagi perekonomian Jawa Timur kala itu,’’ ucapnya.

Menurutnya, industri tekstil Majapahit memiliki rantai distribusi yang panjang. Kebutuhan terhadap bahan baku dan pemasaran sebagian besar bergantung pada jaringan perdagangan regional.

 

 

’’Karena itu, Sungai Brantas dipenuhi aktivitas hilir mudik angkutan air, baik membawa pedagang maupun terkait produk tekstil,’’ imbuh Tommy.

Prasasti Kamalagyan bertahun 1037 Masehi pun menyebutkan pedagang dari jauh datang ke pulau Jawa melewati Sungai Brantas.

Di sisi lain, komoditas tekstil juga termuat dalam berbagai prasasti tentang pajak dan transportasi air dari abad ke-10 sampai ke-14.

Dalam Prasasti Cane misalnya, terdapat nama abasana (penjual kain), atukel (penjual gelondong benang kapas), wangkudu (penjual pewarna kain), abalanten (penjual kain belanten), bsar (gulungan sutra), dan kasumbha (pewarna).

Selain itu, ada pula istrilah lawe (benang) di Prasasti Wimalasrama. Adapun kasumbha termuat dalam Prasasti Linggasuntan, Turryan, Wimalasrama, dan Patakan.

 

Baca Juga: Warisan Upacara Pernikahan Bangsawan Majapahit dalam Budaya Jawa Masa Kini

 

Sementara itu, nama kapas juga ditemukan dalam Prasasti Gulung-Gulung, Linggasuntan, Turryan, Jeru-jeru, Wimalasrama. Sedangkan, wungkudu terdapat di Prasasti Patakan, Mananjung, dan Waringin Pitu.

’’Banyaknya prasasti yang menyebutkan istilah-istilah terkait dengan tekstil itu menegaskan industri ini pernah lama bergantung kepada Brantas. Dengan aliran airnya yang tenang dan mengalir jauh, Brantas telah mengantar industri ini pada kejayaannya pada masa silam,’’ jelas Tommy. (adi/fen)

Editor : Martda Vadetya
#daerah pesisir #sungai brantas #majapahit #jawa timur #distribusi #kebudayaan #tekstil #perairan #Prasasti Canggu