Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Keramik Tiongkok di Majapahit, Jadi Bukti Hubungan Baik dengan Luar Negeri

Yulianto Adi Nugroho • Minggu, 7 September 2025 | 00:22 WIB
KUNO: Benda-benda berbahan keramik asal Tiongkok dan Thailand dari masa Kerajaan Majapahit koleksi Museum Majapahit di Trowulan. (dok. JPRM)
KUNO: Benda-benda berbahan keramik asal Tiongkok dan Thailand dari masa Kerajaan Majapahit koleksi Museum Majapahit di Trowulan. (dok. JPRM)

INDONESIA dan Tiongkok memiliki riwayat hubungan yang erat sejak era Kerajaan Majapahit.

Relasi di masa 700 tahun silam itu salah satunya ditunjukkan dari peninggalan berbagai bentuk keramik dari negeri Tirai Bambu tersebut di kawasan Trowulan.

Pamong Budaya Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XI Tommy Raditya Dahana mengatakan, Majapahit semasa berdiri telah banyak menjalin diplomasi dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia.

Hubungan kemitraan itu dicatat dalam Kitab Negarakertagama dengan istrilah mitra satata sebagai sebutan bagi kerajaan-kerajaan yang berkembang di kawasan Asia Tenggara.

’’Negara-negara yang menjadi mitra satata Majapahit pada masa itu ada Syangka, Dharmanagari, Marutma, Campa, Kambonyanyat, dan Yawana,’’ jelasnya.

Berbagai negara asing tersebut kini lebih dikenal dengan Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Kamboja.

Selain itu, Majapahit juga memiliki hubungan dekat dengan negara-negara di luar kawasan, terutama Tiongkok dan India.

Tommy menyatakan, di antara bukti sejarah yang menunjukkan hubungan kerjasama Majapahit dengan angin ialah seni keramik.

Di daerah Trowulan dan sekitarnya yang dipercaya sebagai situs bekas pusat Kerajaan Majapahit, ditemukan keramik tidak berglatsir atau disebut juga terakota dalam jumlah yang tidak sedikit.

’’Bentuk keramik yang ditemukan bermacam-macam, mulai dari bata, genteng, patung-patung kecil, miniatur bangunan, jobong (dinding sumur), pipa air, bak air, hingga berbagai jenis wadah,’’ rincinya.

Aneka terakota tersebut ditemukan bersamaan dengan temuan keramik dari Cina, Thailand, dan Vietnam.

Kebanyakan keramik asing ini berasal dari abad 13 sampai 15 Masehi, masa ketika Majapahit berdiri.

’’Penemuan keramik asing menjadi bukti sejarah Majapahit telah menjalin hubungan baik dengan negara-negara penghasil benda tersebut,’’ tandas Tommy.

Tapi tak hanya keramik. Di daerah Trowulan juga banyak ditemukan patung-patung terakota kecil berbentuk potongan kepala manusia dengan leher memanjang.

BERSEJARAH: Benda-benda berbahan keramik asal Tiongkok dan Thailand dari masa Kerajaan Majapahit koleksi Museum Majapahit di Trowulan. (dok. JPRM)
BERSEJARAH: Benda-benda berbahan keramik asal Tiongkok dan Thailand dari masa Kerajaan Majapahit koleksi Museum Majapahit di Trowulan. (dok. JPRM)

 

Tommy mengutip buku ’’700 Tahun Majapahit: Suatu Bunga Rampai’’ untuk menjelaskan hal tersebut.

Menurutnya, patung-patung terakota itu diperkirakan dibuat dengan tiga macam teknik, yakni dibentuk dengan tangan, dibentuk dengan cetakan, dan kombinasi keduanya.

’’Patung yang dibentuk dengan cetakan dapat diketahui bersamaan dengan ditemukannya beberapa cetakan kepala,’’ imbuh dia.

Menurutnya, keberadaan patung terakota berbentuk leher memanjang menjadi bukti yang memperkuat hubungan intensif antara Majapahit dan Tiongkok.

Menurut peneliti Hindia Belanda Johannes Muller, lanjut Tommy, teknik itu sebelumnya telah berkembang pada masa Dinasti Tang.

’’Sehubungan pula dengan fakta ini, Muller berkesimpulan kalau seni keramik yang berkembang pada zaman Majapahit juga mendapat pengaruh dari budaya Cina di samping daya kreativitas seniman Majapahit sendiri,’’ bebernya. (adi/fen)

Editor : Martda Vadetya
#Indonesia dan Tiongkok #hubungan dekat #majapahit #terakota #keramik #patung #kebudayaan #jobong #trowulan #kerjasama #india #asia tenggara #Kitab Negarakertagama