Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Terkoneksi dengan Sejumlah Waduk, Kolam Segeran Jadi Bukti Kemajuan Teknologi Air dan Konstruksi

Yulianto Adi Nugroho • Minggu, 24 Agustus 2025 | 01:50 WIB


foto Kolam Segaran (dok. JPRM)
foto Kolam Segaran (dok. JPRM)

KOLAM Segaran tersambung dengan waduk-waduk di sekitarnya yang kini sudah terkubur tanah. Terdapat saluran untuk masuknya air dan saluran pembuang pada dinding kolam.

Pamong Budaya Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Tommy Raditya Dahana menjelaskan, saluran yang mengalirkan air ke Kolam Segaran terletak di bagian tenggara.

Sedangkan, di sisi barat laut terdapat saluran pembuangan air. ’’Saluran pembuangan tersebut berhubungan dengan Balong Bunder (kolam bulat) dan Balong Dowo (kolam panjang),’’ tuturnya.

Dua waduk kuno itu kini telah mengalami pendangkalan dan tak berfungsi lagi. Bahkan, jejaknya pun telah terkubur tanah.

Peneliti meyakini Balong Bunder berada di sebelah selatan Segaran, adapun Balong Dowo adanya di sisi timurnya atau kini persis di depan Museum Majapahit.

Menurut Tommy, keberadaaan Kolam Segaran menjadi salah satu bukti kemajuan teknologi Majapahit, khususnya dalam bidang hidrologi dan konstruksi.

Selain menjadi cara mengendalikan air, dinding yang mengelilingi kolam juga dibuat begitu tebal.

Tembok tersebut disusun dari material bata merah yang semasa itu telah diproduksi massal oleh perajin Wilwatikta.

Satu per satu bata kotak dan persegi panjang itu direkatkan secara manual dengan teknik gosok.

Pemerhati cagar budaya Majapahit Anam Anis mengatakan, teknik gosok dilakukan dengan menggosokkan antarbata dengan bantuan sedikit air.

Serbuk yang dihasilkan dari proses penggesekan membuat kedua bata bisa menempel dengan rekat. ’’Susunan bata merekat kuat seperti tembok yang disemen,’’ ucapnya.

Kualitas bata juga menjadi kelebihan tersendiri. Bata dibuat dari tanah yang masih murni dan dibakar dengan suhu tinggi sehingga mampu bertahan hingga 700 tahun lebih.

’’Mungkin tanah zaman dulu belum tercemar, jadi jauh lebih bagus daripada sekarang, dan batanya juga benar-benar matang karena dibakar pakai kayu,’’ tandasnya. (adi/fen)

Editor : Martda Vadetya
#cagar budaya #mojokerto #Museum Majapahit #trowulan #BPK Wilayah XI #kemajuan teknologi #wilwatikta #kolam segaran