Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Kolam Segaran Peninggalan Majapahit, Jadi Simbol Samudramantana di Tengah Ibu Kota

Yulianto Adi Nugroho • Minggu, 24 Agustus 2025 | 01:40 WIB
PENINGGALAN SPEKTAKULER: Kolam Segaran dari masa Kerajaan Majapahit di Dusun Unggahan, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (dok. JRPM)
PENINGGALAN SPEKTAKULER: Kolam Segaran dari masa Kerajaan Majapahit di Dusun Unggahan, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (dok. JRPM)

KOLAM Segaran menjadi salah satu peninggalan besar Kerajaan Majapahit di bekas ibu kotanya, di Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Petirtaan yang dikelilingi dinding bata merah itu memiliki luas delapan kali lapangan sepak bola.

Penelitian para ahli menyebutkan pembangunan Kolam Segaran berkaitan dengan teknologi hidrologi.

Sederhananya, waduk besar ini menjadi salah satu penampung air yang berfungsi mencegah banjir saat penghujan, sekaligus mengantisipasi kekeringan ketika musim kemarau.

”Pada masa Majapahit, kanal, waduk, dan sebagainya dibangun untuk pengelolaan air, untuk pengendalian banjir dan sumber irigasi pertanian juga,” kata Pamong Budaya Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Tommy Raditya Dahana.

Kolam segaran berada di seberang Museum Majapahit yang dikelola BPK Wilayah XI. Secara administratif, daerah ini masuk Dusun Unggahan, Desa/Kecamatan Trowulan, kawasan yang diyakini dahulunya sebagai Wilwatikta alias Ibu Kota Majapahit.

Situs resmi Kementerian Kebudayaan menyebutkan, Kolam Segaran memiliki luas 6 hektare, dengan panjang 375 meter dan lebar 125 meter.

Jika dibandingkan dengan luas lapangan sepak bola 0,7 hektare, ukuran Kolam Segaran mencapai lebih dari delapan kali lipatnya.

Kolam Segaran ditemukan pertama kali oleh arsitek Belanda Henri Maclaine Pont pada 1926.

Saat itu, kolam yang dalam peta rekonstruksi Ibu Kota Majapahit buatannya berada di depan Keraton Majapahit tertimbun tanah dan rerumputan seluas 65 ribu meter persegi.

Pemerintah Hindia Belanda melalui dinas purbakala lantas melakukan eksavasi. Dari situ pula, struktur dinding bata merah sedalam 3,16 meter dan lebar 1,6 meter ditemukan.

Baca Juga: Majapahit dan Keanggunan Batik yang Lahir dari Peradaban Besar

Dinding ini mengelilingi kolam dan menjadi semacam tembok. Tommy menyatakan, Kolam Segaran termasuk jenis petirtaan yang berbentuk kolam buatan.

”Kolam ini menjadi salah satu dari 32 kolam kuno masa Majapahit yang masih dapat disaksikan hingga saat ini,” jelasnya.

Dalam konsep kosmologi Hindu-Buddha, kolam ini menjadi simbol Samudramantana, yang berarti pengadukan lautan susu.

Konsep pembangunan Ibu kota yang berlandaskan filsafat Samudramantana ditemukan pula pada reruntuhan Ibu Kota Angkor di Kamboja. (adi/ris)

Editor : Martda Vadetya
#mojokerto #majapahit #hidrologi #Keraton #penampung air #trowulan #teknologi #ibu kota #Samudramantana #kolam segaran