Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Raden Wijaya Pendiri Majapahit dan Strategi di Balik Runtuhnya Singhasari

Imron Arlado • Selasa, 29 Juli 2025 | 22:47 WIB

 

Raden Wijaya merupakan tokoh kunci dalam sejarah Nusantara yang sering kali disandingkan dengan nama-nama besar seperti Hayam Wuruk dan Gajah Mada. sumber foto: pinterets
Raden Wijaya merupakan tokoh kunci dalam sejarah Nusantara yang sering kali disandingkan dengan nama-nama besar seperti Hayam Wuruk dan Gajah Mada. sumber foto: pinterets

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Raden Wijaya merupakan tokoh kunci dalam sejarah Nusantara yang sering disandingkan dengan nama-nama besar seperti Hayam Wuruk dan Gajah Mada.

Namun, kehebatan Raden Wijaya justru terletak pada fase awal berdirinya Majapahit dan ketika ia berhasil membalikkan kekalahan menjadi kemenangan.

Dan menjadikan sisa-sisa keruntuhan Singhasari sebagai fondasi bagi kemunculan salah satu kerajaan terbesar di Asia Tenggara.

 

Keruntuhan Singhasari dan Kekacauan Politik Jawa

Menjelang akhir abad ke 13, Singhasari berada di puncak kejayaan di bawah kepemimpinan Raja Kertanegara, yang berani menentang dominasi kekaisaran Tiongkok dari Dinasti yaun.

Pada tahun 1289, ketika Kubilai Khan mengirim utusan ke Jawa untuk menuntut Kertanegara tunduk.

 

 

Sang raja justru mempermalukan utusan itu dengan memotong telinganya, dan tindakan itu dianggap sebagai penghinaan besar bagi kekaisaran. 

Namun sebelum pasukan Mongol tiba, musuh lama Singhasari, Jayakatwang dari kediri, melancarkan serangan mendadak.

Dengan kekuatan besar, ia berhasil menjatuhkan singhasari pada tahun 1292 dan membunuh Kertanegara dalam kudeta berdarah.

 

Pelarian, Penyintas, dan Perencana Ulung

Raden Wijaya adalah menantu Kertanegara suami dari putri raja, Tribhuwaneswari. Dalam kekacauan di istana, ia berhasil melarikan diri bersama sejumlah loyalitas. 

Tapi pelarian ini bukan semata upaya melarikan diri, melainkan awal dari strategi panjang untuk merebut kembali kekuasaan.

Ia pergi ke Madura dan menemui Arya Wiraraja, seorang tokoh penting yang pernah diasingkan oleh Kertanegara.

Melalui pendekatan diplomasi dan pengakuan atas masa lalu Arya Wiraraja, Raden Wijaya memperoleh kepercayaan dan dukungan militer serta politik dari Madura.

Langkah selanjutnya adalah meminta tanah di hutan Tarik, sebuah wilayah yang masih belum berkembang.

Di sinilah ia mulai membangun pemukiman kecil yang dinamai Majapahit, diambil dari nama buah maja yang rasanya pahit yang tumbuh di sekitar hutan tersebut.

 

 

Menjadikan Mongol Sekutu Sementara

Ketika ekspedisi militer Dinasti Yuan tiba di perairan Jawa pada tahun 1293, Raden Wijaya melihat kesempatan besar.

Pasukan Mongol, yang tidak mengetahui bahwa Kertanegara telah tewas, datang dengan misi untuk menghukum raja Jawa.

Raden Wijaya berpura-pura tunduk pada mereka dan memposisikan Jayakatwang sebagai musuh bersama.

Dalam waktu singkat, pasukan gabungan Raden Wijaya dan tentara Mongol berhasil menggulingkan Jayakatwang dan merebut kembali Kediri.

Pendirian Majapahit dan Konsolidasi Kekuasaan

Setelah menyingkirkan lawan-lawannya, Raden Wijaya dinobatkan sebagai raja pertama Majapahit pada tanggal 15 Kartika 1215 Saka (1293 M), dengan gelar Sri Kertarajasa Jayawardhana.

Meski baru berdiri, Majapahit segera menunjukan taringnya sebagai kekuatan baru yang menggabungkan warisan Singhasari, kekuatan lokal, dan legitimasi politik.

Dalam struktur pemerintahan, Raden Wijaya memberikan jabatan penting kepada orang-orang yang setia padanya sejak masa pelarian seperti, Arya Wiraraja, Lembu sora, dan Ranggalawe.

 

 

Warisan dan Jejak Kepemimpinan

Raden Wijaya wafat pada tahun 1309, dan digantikan oleh putranya, Jayanegara. Meski masa pemerintahannya tidak panjang, pondasi yang ia bangun sangat kuat dan bertahan lama. 

Ia bukan hanya pendiri kerajaan, tetapi juga perancang sistem yang memungkinkan Majapahit berkembang pesat di bawah penerus-penerusnya.

Kepemimpinan Raden Wijaya mencerminkan sifat strategis, sabar, dan penuh perhitungan.



Dari Kekalahan Lahir Kejayaan

Raden Wijaya membuktikan bahwa dari kekalahan dan kehancuran, sebuah kejayaan bisa dibangun, asal disertai kecerdasan dan keberanian.

 

 

Dalam sejarah, jarang ada tokoh yang mampu memainkan begitu banyak kepentingan asing dan lokal sekaligus, lalu keluar sebagai pemenang.

Majapahit bukan sekedar kerajaan yang besar secara geografis, tetapi juga simbol kemampuan bangsa Nusantara untuk bangkit dari keterpurukan. AILEEN 



Editor : Imron Arlado
#Raden Wijaya #hayam wuruk #majapahit #pasukan Mongol #jayakatwang #madura #Tribhuwaneswari #Arya Wiraraja #singhasari #ranggalawe #Dinasti Yuan #Lembu Sora #asia tenggara