Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Agar Aksara Terbaca Jelas, Ukiran di Daun Lontar Harus Dilumuri Minyak Kemiri

Yulianto Adi Nugroho • Minggu, 27 Juli 2025 | 04:10 WIB
DIKENANG: Aksi panggung pembacaan Kitab Negarakertagama pada acara Wilwatikta Acarita di Mojokerto beberapa waktu lalu. (dok. JPRM)
DIKENANG: Aksi panggung pembacaan Kitab Negarakertagama pada acara Wilwatikta Acarita di Mojokerto beberapa waktu lalu. (dok. JPRM)

SEMENTARA itu, Menulis di masa Kerajaan Majapahit tak cukup dengan mengukir daun lontar.

Supaya dapat dibaca, aksara yang ditulis harus dilumuri dengan minyak kemiri. Cara ini menunjukkan betapa diperlukan ketelantenan ekstra untuk mengabadikan tulisan yang kelak dapat bertahan selama berabad-abad.

Pamong Budaya Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim Tommy Raditya Dahana mengatakan, goresan di kertas lontar perlu dihitamkan agar mudah dibaca.

Ukiran dari pisau kecil ke daun lontar tak membuat askara menjadi kentara. Bahan yang dipakai untuk memunculkan tulisan itu umumnya berupa buah kemiri.

”Buah kemiri ini harus dibakar terlebih dahulu sampai berwarna hitam,” tuturnya.

Setelah dibakar, buah tersebut digosok-gosokkan ke daun lontar. Tommy menyebutkan, kemiri mengandung minyak.

Proses pembakaran membuat cairan dari buah yang sudah gosong akan masuk ke goresan aksara.

Untuk membantu minyak meresap dengan sempurna, penulis biasanya mengurut daun dengan ibu jari. ”Jadinya merata,” imbuh dia.

Setelah dilap hingga bersih, barulah tulisan akan timbul dengan sendirinya dan terbaca jelas.

Proses penjemuran masih diperlukan agar minyak mengering dan daun lontar terhindar dari jamur.

Baca Juga: Akibat Penyelewengan Oknum Kepala Desa, Lumbung Desa Alami Kredit Macet

”Proses ini memang butuh ketelatenan, tapi juga terbukti bisa bertahan lama, sehingga ada peninggalannya sampai sekarang,” tandas dia. (adi/ris)

Editor : Martda Vadetya
#daun lontar #dibakar #tulisan #minyak kemiri #aksara