Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Teknologi Perkapalan Era Majapahit, Jung Jawa jadi Penguasa Lautan Nusantara

Yulianto Adi Nugroho • Minggu, 20 Juli 2025 | 03:07 WIB
BUKTI SEJARAH: Relief Candi Borobudur menggambarkan peradaban maritim dan bentuk kapal kuno abad ke-8 yang menjadi cikal bakal Jung Jawa. (foto: dok.)
BUKTI SEJARAH: Relief Candi Borobudur menggambarkan peradaban maritim dan bentuk kapal kuno abad ke-8 yang menjadi cikal bakal Jung Jawa. (foto: dok.)

BELAKANGAN ini nama kapal Majapahit semakin sering terdengar seiring mencuatnya skandal korupsi di Kota Mojokerto.

Dalam kacamata sejarah, istilah kapal Majapahit selama ini menjadi cerminan kemajuan terknologi perkapalan Jawa kuno.

Lahirnya legenda Jung Jawa yang konon jadi penguasa lautan Nusantara menunjukkan kekuatan maritim Majapahit.

Kerajaan Majapahit yang masyhur pada abad ke-13 sampai 16 dikenal memiliki kekuatan agrasis dan maritim.

Monarki yang diyakini berpusat di kawasan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, itu menjelma sebagai penguasa lautan berkat industri galangan.

Bengkel yang tersebar di pesisir utara Jawa itu memproduksi kapal untuk keperluan militer dan perdagangan dari bahan kayu terbaik.

”Majapahit bisa menguasai perdagangan Nusantara dan menjadikan Tuban sebagai pelabuhan utama yang harus disinggahi pelayar niaga asing,” tutur Pamong Budaya Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Tommy Raditya Dahana.

Prasasti Dhimanasrama dari abad ke 11 menyebut ada 50 jenis kapal dan perahu yang menjadi moda transportasi kala itu.

Antara lain, jung atau kapal besar yang digerakkan dengan layar dan dayung renteng. Jung disebut mampu membawa 500-1.000 orang dan muatan sebesar 700 ton.

Mengingat kapasitasnya sebagai raksana lautan, Jung Jawa dari masa Majapahit digunakan untuk berlayar lintas pulau.

”Seperti banda, Ternate, Ambon, Banjarmasin, Malaka, dan kepulauan Filipina,” jelasnya.

Ada pula penjajap alias kapal perang yang dilengkapi dengan meriam dan tombak api.

Teknologi ini membuat armada laut Majapahit yang konon dipimpin Laksamana Mpu Nala semakin tak tertandingi.

Selain kapal besar, Tommy menyatakan, perajin galangan juga menghasilkan perahu dan rakit untuk dioperasikan di aliran sungai dan kanal.

Kapal-kapal kecil ini digunakan sebagai transpotasi yang menyambungkan wilayah pedalaman dengan pelabuhan. ”Untuk angkutan logistik maupun orang,” tandasnya. (adi/ris)

Editor : Martda Vadetya
#mojokerto #Mpu Nala #perdagangan #Lautan #Pesisir utara Jawa #trowulan #nusantara #kerajaan majapahit #kapal majapahit