Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Ketahanan Pangan Era Kerajaan Majapahit, Disokong Para Petani hingga Nelayan

Yulianto Adi Nugroho • Minggu, 6 Juli 2025 | 02:07 WIB
SUMBER SEJARAH: Relief Candi Borobudur menggambarkan aktivitas bertani, berburu, dan menangkap ikan, di masa lalu. (dok. JPRM)
SUMBER SEJARAH: Relief Candi Borobudur menggambarkan aktivitas bertani, berburu, dan menangkap ikan, di masa lalu. (dok. JPRM)

KETAHANAN pangan nasional belakangan menjadi program prioritas pemerintah. Di masa Kerajaan Majapahit, masyarakat mampu memenuhi kebutuhan pangan dengan cara bertani, berburu, hingga menangkap ikan di laut.

Kebijakan pemerintah kerajaan menjadi faktor penting tercapainya swasembada pangan.

Di antara mata pencarian yang digeluti masyarakat Majapahit itu tercatat dalam beragam jenis sumber sejarah.

Pertanian yang memiliki kaitan langsung dengan penyediaan bahan pangan dikerjakan dengan sistem sawah irigasi, sawah kering (gaga), ladang (tegal), dan kebun (kebwan).

”Tanaman yang populer saat itu ada padi, jagung, dan ketela,” kata arkeolog Edi Triharyantoro.

Guna mendukung pertanian, sejumlah kebijakan dikeluarkan kerajaan. Seperti membangun bendungan, mengangkat pejabat irigasi, dan membuka lahan di hutan untuk bercocok tanam.

Petani juga dilindungi dari tuan tanah yang rakus, serta diajari membedakan antara tanah yang subur dan gersang.

”Ada paradigma memanfaatkan apa yang berasal dari alam secara proporsional agar tak terjadi kekacauan. Karena kepercayaan terhadap kekuatan dewa dan kutukan di masa itu masih kuat,” jelas pria asal Kota Mojokerto tersebut.

Faktor alam yang dikombinasikan dengan manajemen pertanian dan penerapan teknologi berbuah hasil panen melimpah.

Kelak sektor agraria menjadi penyangga utama ekonomi kerajaan dan mendorong Majapahit ke masa kejayaan.

Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jawa Timur ini menerangkan, dalam menjaga ketahanan pangan, penduduk Majapahit juga melakukan aktivitas berburu serta beternak ayam, ikan, babi, dan sapi.

Selain untuk dikonsumsi dan diperdagangkan, beberapa hewan juga dirawat untuk tunggangan. Seperti, sapi, gajah, dan kuda.

Selain di daratan, pilar ketahanan pangan Majapahit juga ditopang dari laut. Konon sudah ada masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dengan indikasi adanya alat penangkap ikan. Seperti jala dan pukat.

Praktik menangkap ikan laut dan tawar bahkan diyakini sudah ada sejak era sebelum Majapahit sebagaimana tergambar di relief Candi Borobudur. (adi/ris)

Editor : Martda Vadetya
#sejarah #majapahit #bahan pangan #pertanian #petani #teknologi #candi borobudur #dewa #ketahanan pangan #hasil panen #nelayan