Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Begini Bangunan Zaman Majapahit, Candi Didirikan dari Batu dan Rumah Rakyat dari Kayu

Yulianto Adi Nugroho • Minggu, 11 Mei 2025 | 03:32 WIB
KUNO: Replika rumah dari masa Kerajaan Majapahit di Museum PIM, Trowulan. (foto: Yulianto Adi Nugroho/JPRM)
KUNO: Replika rumah dari masa Kerajaan Majapahit di Museum PIM, Trowulan. (foto: Yulianto Adi Nugroho/JPRM)

TAK seperti rumah zaman sekarang yang lazim ditembok, pada masa Kerajaan Majapahit batu hanya digunakan untuk membangun candi.

Di sisi lain, rumah-rumah rakyat biasa di era itu kebanyakan hanya menggunakan bahan kayu dan bambu.

Pamong Budaya Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim Tommy Raditya Dahana menjelaskan para ahli membedakan bangunan era Majapahit menjadi dua berdasarkan jenis dan fungsinya.

Pertama adalah bangunan sakral yang disucikan masyarakat untuk kegiatan keagamaan. ’’Bangunan sakral itu antara lain candi dan stupa,’’ katanya.

Sebaliknya, tipe bangunan kedua yang berfungsi sebagai hunian masuk dalam jenis profan. Istana kerajaan dan rumah rakyat termasuk dalam kategori ini.

Menurut Tommy, terdapat perbedaan mendasar antara bangunan candi dan istana dengan rumah biasa.

Salah satunya yang paling kentara, yakni bahan yang digunakan. Istana, sebagaimana candi didirikan dengan konstruksi utama berupa susunan batu.

Penggunaan batu andesit dan batu bata untuk memperkuat struktur dinding penahan beban (bearing wall).

Bahan itu menahan atap atau bagian kepala bangunan dan berada di atas fondasi yang juga berbahan batu alam.

Tommy menyatakan, penerapan konstruksi batu membuat bangunan lebih kokoh dan awet.
Terbukti masih banyaknya situs candi dari masa kerajaan era 700 tahun silam itu hingga sekarang.

’’Konstruksi bangunan dengan batu bertepatan dengan masa puncak perkembangan arsitektur Hindu-Buddha klasik di pulau Jawa,’’ jelasnya.

Di sisi lain, hampir semua rumah penduduk Majapahit berkonstruksi kayu.
Bangunan untuk hunian ini menggunakan rangka kayu dan bambu dari atap, dinding, dan bagian bawah.

’’Rumah-rumah ini berdiri langsung di atas tanah atau di atas sebuah batur dari bahan batu,’’ tuturnya.

Meski hanya dari kayu, rumah dibuat secara terampil dengan menerapkan teknologi sederhana.

Setiap rangka bangunan disambung tanpa paku dan logam. Sebagai pasaknya, digunakanlah bambu.

Cara ini membuat rumah Majapahit mudah dibongkar pasang dan tahan guncangan.
Keterampilan masyarakat dalam menjaga bangunan juga ditunjukkan dengan penggunaan

batur dan umpak yang menyangga tiang rumah. Keberadaan batu ini dapat mencegah kayu lapuk karena terkena air.

’’Untuk menghindari genangan air, halaman rumah juga dilengkapi dengan dua jalur selokan terbuka,’’ tandasnya. (adi/fen)

Editor : Martda Vadetya
#batu andesit #batu bata #hunian #rumah #kerajaan majapahit #candi #bangunan #struktur