Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Keris Era Majapahit Dibuat Dengan Besi Impor Dari Sulawesi, Kerahkan Utusan Khusus Untuk Cari Bahan Baku

Yulianto Adi Nugroho • Minggu, 27 April 2025 | 04:00 WIB
KAMPUNG TAMBANG: Danau Matano di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yang diyakini menjadi tempat asal besi keris Majapahit. (foto: dok. JPRM)
KAMPUNG TAMBANG: Danau Matano di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yang diyakini menjadi tempat asal besi keris Majapahit. (foto: dok. JPRM)

KERIS pada masa Kerajaan Majapahit dibuat menggunakan besi nikel berkualitas tinggi.
Bahan logam itu diimpor dari tambang kuno terbaik di Sulawesi.

Menurut Pamong Budaya Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim Tommy Raditya Dahana, sejauh ini belum ditemukan bukti Majapahit mendapatkan bahan baku industri metalurgi dari wilayahnya sendiri, terkhusus di Pulau Jawa.

Para ahli justru berpendapat suplai bijih besi untuk bahan pembuatan keris didatangkan dari seberang lautan, yakni Kalimantan dan Sulawesi.

’’Tapi, sumber paling mungkin untuk mendapatkan besi kaya nikel yang digunakan sebagai bahan keris berasal dari Sulawesi bagian tengah,’’ katanya.

Daerah yang dimaksud tepatnya berada di sekitar Danau Matano dan hulu sungai Kalaena.

Perkiraan ini diperkuat dalam Kitab Negarakertagama yang menguraikan utusan Majapahit berangkat ke Matano untuk mencari bahan baku besi.

Berdasarkan penelitian para ahli, Danau Matano yang berada di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, merupakan pusat budaya besi kuno di Nusantara.

Dahulu kala pada awal milenium atau 1000 Masehi, kampung Matano yang kini berubah menjadi danau merupakan kawasan tambang besi dan nikel berkualitas tinggi.

Peralatan yang dibuat dengan besi Matano dikenal tidak mudah rusak, patah, dan berkarat.
’’Bijih besi dari Danau Matano yang kaya nikel ini kemudian memunculkan pamor keris yang khas, yang disebut sebagai pamor Luwu,’’ jelasnya.

Tommy mengungkapkan, besi dari Matano bisa diekspor melalui Teluk Bone yang dikuasai kerajaan Luwu.

Jalur perdagangan luar negeri lainnya adalah pantai timur Sulawesi yang pada abad ke 16 Masehi dan sebelumnya dikuasai Kerajaan Banggai.

’’Nah, Banggai dan Luwu diketahui sebagai pembayar upeti kepada Majapahit, ini artinya menunjukkan bahwa ekspor besinya boleh jadi sudah penting di masa itu,’’ kata dia. (adi/fen)

Editor : Martda Vadetya
#teluk bone #sulawesi #besi #majapahit #utusan khusus #Danau Matano #keris #tambang kuno #Kitab Negarakertagama