SEMENTARA itu, masjid sebagai rumah ibadah umat muslim sudah dibangun pada masa Kerajaan Majapahit.
Hanya saja, tak seperti candi, setidaknya sampai saat ini belum ditemukan bukti arkeologis mengenai tempat sembahyang pemeluk agama Islam.
Pamong Budaya Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim Tommy Raditya Dahana mengatakan, komunitas muslim Majapahit termaktub dalam banyak peninggalan.
Selain nama masjid agung di Kidung Sunda, penganut Islam di Jawa pada abad ke-15 juga disebut telah membangun rumah ibadahnya sendiri.
Kesaksian itu dituangkan penjelajah Portugis Tome Pires dalam bukunya The Suma Oriental.
’’Tome Pires menyaksikan komunitas muslim saat itu sudah membangun rumah ibadahnya sendiri, yaitu masjid,’’ jelas Tommy.
Bukti eksistensi penduduk Islam juga terwujud dalam patung miniatur manusia berbahan tanah liat.
Di antara sekian banyak terakota figurin yang ditemukan di kawasan Trowulan terindentifikasi sebagai tokoh orang-orang Islam yang ada di Majapahit. ’’Mereka memakai peci, serban, dan berjubah gamis,’’ imbuhnya.
Namun demikian, sampai sekarang belum ada penemuan terkait masjid kuno dari masa Kerajaan Majapahit.
Penelitian maupun ekskavasi di area cagar budaya sejauh ini belum memunculkan bukti arkeologis bekas bangunan masjid maupun bagiannya.
’’Terutama di lingkungan keraton Majapahit, belum ditemukan bukti arkeologis mengenai masjid kuno,’’ tandas Tommy. (adi/fen)
Editor : Martda Vadetya