SEMENTARA itu, beragam motif kain batik telah dikenal sejak era Kerajaan Majapahit pada 700 tahun silam.
Pola hias pada kain ini merujuk pada bentuk tanaman bunga, dedaunan, hewan tertentu, hingga perpanduan di antaranya.
Motif batik yang ditemukan pada masa Majapahit dan hingga kini masih eksis adalah kawung.
Bentuk batik kawung berupa empat bulatan memanjang yang ujungnya saling bertemu.
”Motif kawung ini dari bentuknya berkaitan dengan buah kawung atau yang kita kenal dengan nama aren dan kolang-kaling,” jelas Kepala Sub Bagian Koleksi Museum Pusat Informasi Majapahit (PIM) Tommy Raditya Dahana.
Contoh lainnya adalah motif bakung. Yakni, bentuk bunga berkelopak dengan daun yang menjalar.
Selain itu, masih banyak pola-pola hias lainnya yang terkait dengan tanaman.
”Pola hias cenderung berasal dari bentuk-bentuk yang ditemui di alam,” imbuhnya.
Tertulis dalam prasasti, masyarakat Majapahit juga memiliki sejumlah sebutan untuk kain dengan hiasan hewan.
Seperti bentuk kerang, tanduk rusa, hingga hewan-hewan laut serta siput.
Tak jarang pula, motif kain dihasilkan dari perpaduan antara tanaman dan hewan, serta unsur lainnya. (adi/ris)
Editor : Martda Vadetya