Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Bangunan Dapur Terpisah dari Rumah, Khazanah Arsitektur Majapahit

Yulianto Adi Nugroho • Jumat, 26 Juli 2024 | 13:05 WIB

 

SEDERHANA: Rekonstruksi rumah sederhana masyarakat Majapahit di Museum PIM, Trowulan. Bagian dapur rumah menempel di dinding belakang. (foto : Martda Vadetya/JPRM)
SEDERHANA: Rekonstruksi rumah sederhana masyarakat Majapahit di Museum PIM, Trowulan. Bagian dapur rumah menempel di dinding belakang. (foto : Martda Vadetya/JPRM)

SEBAGAI tempat memasak, dapur alias pawon zaman Kerajaan Majapahit adalah unsur tersendiri yang terpisah dari rumah.

Ada dapur dalam bentuk bangunan terbuka, tapi ada pula yang dilengkapi dinding.

Artefak tembikar dari era Majapahit telah banyak ditemukan. Gerabah perdapuran itu di antaranya berupa periuk untuk menanak nasi, hingga aneka ukuran bejana tempat menyimpan air.

Perabotan berbahan tanah liat tersebut umumnya dibuat melalui proses pembakaran menjadi terakota.

Namun demikian, beberapa peralatan dapur kuno juga ditemukan berbahan logam perunggu.

Benda jenis ini dimungkinkan hanya dimiliki kalangan tertentu, mengingat kelas sosial di zaman itu.

Di samping soal perabotan, urusan dapur Majapahit juga menarik dari segi bangunannya sendiri.

Hal ini berkaitan dengan konsep permukiman pawukon, yakni tempat tinggal keluarga yang terdiri dari gugusan bangunan.

Bentuk pawukon saat ini bisa ditemukan di permukiman masyarakat tradisional Bali.

Dalam satu kompleks hunian itu, biasanya terdapat bale atau gazebo tempat pertemuan, bangunan utama untuk berkumpul, hingga bangunan kamar tidur.

Semua unit ini berdiri sendiri-sendiri, tapi masih dalam satu area yang dikelilingi pagar.

”Dimungkinkan dapur juga merupakan bangunan tersendiri dalam kompleks ini,” kata Kepala Sub Bagian Koleksi Pusat Informasi Majapahit (PIM) Tommy Raditya Dahana kemarin.

Penataan ruang ini tentu berbeda dengan arsitektur umum di zaman sekarang yang menjadi dapur sebagai bagian tak terpisah dari konstruksi sebuah rumah.

Dapur biasanya berada di bagian belakang.

Kendati demikian, lanjut Tommy, bangunan dapur terpisah di zaman Majapahit lagi-lagi berkaitan dengan status sosial pemilik rumah.

Pada era sekitar 700 tahun silam itu, pawukon hanya ditinggali oleh bangsawan dan raja.

Di sisi lain, masyarakat dari kalangan lebih rendah yang tinggal di rumah sederhana, dapur justru hanya menempati emperan terbuka di belakang rumah. ”Ada juga yang dapurnya menempel di bagian belakang rumah, satu konsep tidak serta-merta digunakan semua kalangan,” tandasnya. (adi/ris)

 

Editor : Martda Vadetya
#dapur #majapahit #gerabah #rumah