Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Terkandung Makna Mengagungkan Gunung

Yulianto Adi Nugroho • Senin, 8 Juli 2024 | 15:20 WIB
APIK: Batu bata dengan hiasan relief yang biasa dipakai untuk menghias dinding di zaman Majapahit koleksi Museum PIM. (foto: Yulianto Adi Nugroho/JPRM )
APIK: Batu bata dengan hiasan relief yang biasa dipakai untuk menghias dinding di zaman Majapahit koleksi Museum PIM. (foto: Yulianto Adi Nugroho/JPRM )

DI era Majapahit, batu bata juga digunakan sebagai dinding bangunan dan rumah. Berbeda dari biasanya, batu bata ini dihias dengan gambar, motif, ataupun bentuk relief tertentu.

Bata khusus dinding ini dapat dijumpai di Museum Pusat Informasi Majapahit di Trowulan.

Bata hias, sebut saja begitu, memiliki bentuk yang unik. Dari keseluruhan segi empat, reliefnya bata hanya terdapat pada salah satu sisi permukaan samping pada sisi panjang.

”Bentuk relief di setiap muka batu bata ini saling menyambung. Jadi, kalau dipasang bisa membentuk motif tertentu,” terang Kepala Sub Bagian Koleksi PIM Tommy Raditya Dahana.

KHUSUS: Batu bata yang salah satu sisinya berbentuk gunung biasanya dipakai untuk bagian atas struktur bangunan. (foto: Yulianto Adi Nugroho/JPRM )
KHUSUS: Batu bata yang salah satu sisinya berbentuk gunung biasanya dipakai untuk bagian atas struktur bangunan. (foto: Yulianto Adi Nugroho/JPRM )

Motif yang terbentuk dari susunan bata hiasan itu bisa berupa gambar tententu maupun angka tahun.

Menurut Tommy, bata khusus ini dapat dijumpai pada dinding permukaan suatu bangunan, seperti candi atau bangunan hunian.

Selain berfungsi menunjukkan identitas, bata hias juga mengandung nilai estetika yang tinggi.

Pada bata hias, lanjut Tommy, ada bagian yang tak berelief. Permukaan bata ini polos, namun salah satu sisinya memiliki bentuk yang berbeda.

Umumnya, batu bata jenis ini digunakan untuk bagian struktur paling atas dari sebuah bangunan.

Bentuk itu salah satunya berupa lancip mirip gunung. ”Ini juga sesuai dengan filosofi kepercayaan masyarakat saat itu yang mengagungkan gunung,” tandas dia. (adi/ris)

Editor : Martda Vadetya
#majapahit #trowulan #pim