Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Khazanah Arsitektur Majapahit, Ubin Segi Enam di Rumah Bangsawan

Yulianto Adi Nugroho • Senin, 8 Juli 2024 | 15:19 WIB
PEMUKIMAN KUNO: Situs Lantai Segi Enam di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, menunjukkan bekas tatanan lantai ubin berbentuk segi enam era Majapahit. (foto: Leli Nurul Laili google foto)
PEMUKIMAN KUNO: Situs Lantai Segi Enam di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, menunjukkan bekas tatanan lantai ubin berbentuk segi enam era Majapahit. (foto: Leli Nurul Laili google foto)

TEKNOLOGI arsitektur era Majapahit seolah tak ada habisnya untuk diulik. Seperti keberadaan batu bata berbentuk segi enam laiknya paving block di masa kini.

Yang menarik, penelusuran sejarah menunjukkan lantai dengan batu bata segi enam lekat dengan kehidupan bangsawan di zaman itu.

Contoh nyata dari lantai berubin segi enam ini dapat dilihat di Situs Lantai Segi Enam yang ditemukan di Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, pada 1982.

Sebagian ahli menyekapati jika Trowulan merupakan bekas ibu kota Kerajaan Majapahit yang eksis sekitar 700 tahun silam.

SIMBOL STRATA SOSIAL: Batu bata berbentuk segi enam yang biasa digunakan untuk lantai rumah keluarga kaya di zaman Majapahit koleksi Museum PIM. (foto: Yulianto Adi Nugroho/JPRM )
SIMBOL STRATA SOSIAL: Batu bata berbentuk segi enam yang biasa digunakan untuk lantai rumah keluarga kaya di zaman Majapahit koleksi Museum PIM. (foto: Yulianto Adi Nugroho/JPRM )

Batu bata segi enam memiliki lebar setiap sisi 6 sentimeter (cm) dengan ketebalan 4 cm.

Tegel jenis ini terbuat dari tanah liat yang dipadatkan dan dibakar. Caranya sama dengan pembuatan batu bata segi empat, yang banyak ditemukan pada struktur candi, serta konstruksi lain. Seperti tembok kanal dan waduk dari zaman Majapahit.

Pusat Informasi Majapahit memiliki koleksi batu bata segi enam. Museum di Trowulan ini menempatkannya bersama batu bata persegi panjang yang permukaannya bertekstur, dan batu bata berbentuk kotak.

”Ubin segi enam ini memang untuk lantai, kalau yang persegi itu untuk dinding,” ujar Kepala Sub Bagian Koleksi PIM Tommy Raditya Dahana, kemarin.

Keberadaan batu bata segi enam menunjukkan bahwa masyarakat di zaman itu telah menerapkan ilmu geometri.

Ukuran setiap sisinya dibuat secara presisi, sehingga antarubin tertata secara rapat tak bercelah.

Selain dari ketepatan ukur, penggunaan ubin jenis ini juga menunjukkan adanya kesadaran akan pola keruangan.

Kebutuhan ubin segi enam untuk lantai tentunya tak sebanyak batu bata pada umumnya, karena ukurannya lebih besar.

Berbeda dengan paving block segi enam yang sekarang banyak dipakai untuk struktur lantai terbuka, seperti taman, trotoar, dan jalan.

Penelitian para arkeolog menunjukkan indikasi, bahwa lantai segi enam dari zaman Majapahit berkaitan dengan pelataran rumah yang ditinggali kalangan strata sosial tertentu.

Mereka paling mungkin berasal dari golongan kesatria, yang meliputi raja dan bangsawan. ”Kalangan ini punya banyak harta.

Sehingga mampu membangun rumah tinggal dengan bahan berkualitas, termasuk lantai segi enam,” ujarnya.

Tommy mengungkapkan, lantai segi enam kemungkinan digunakan di luar maupuan di dalam ruangan. Mengingat, pola permukiman keluarga kaya saat itu umumnya berupa gugusan bangunan yang disebut pawukon.

Dan, dimungkinkan area yang dikelilingi pagar ini menggunakan bahan perkerasan dari ubin segi enam. (adi/ris)

Editor : Martda Vadetya
#mojokerto #majapahit #trowulan