Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Sejarah Kebo Iwe, Mahapatih Kerajaan Bedugul, Rela Mengalah Bertarung demi Sumpah Palapa Gajah Mada

Moch. Chariris • Sabtu, 6 April 2024 | 03:51 WIB
PETILASAN: Pengunjung Petilasan Kebo Iwe di Dusun Wringin Lawang, Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto Moch. Khasib for Radar Majapahit).
PETILASAN: Pengunjung Petilasan Kebo Iwe di Dusun Wringin Lawang, Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto Moch. Khasib for Radar Majapahit).

RADARMAJAPAHIT -  Bumi Majapahit tak ada habisnya menyajikan beragam peninggalan sejarah. Salah satunya, Petilasan Kebo Iwe atau biasa dikenal dengan Kebo Iwa, di Dusun Wringin Lawang, Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Petilasan berupa makam ini dilindungi bangunan cungkup bernuansa Majapahitan.

DIKUNJUNGI: Kondisi Petilasan Kebo Iwe di Dusun Wringin Lawang, Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto Moch. Khasib for Radar Majapahit).
DIKUNJUNGI: Kondisi Petilasan Kebo Iwe di Dusun Wringin Lawang, Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto Moch. Khasib for Radar Majapahit).

Di sisi samping bangunan tersebut terdapat dua pohon Beringin Iprik yang menambah kesanasrian di sekitar petilasan.

”Pohon ini sudah ada sejak dahulu, mungkin sejak ditemukannya petilasan ini,” ungkap Ainiyah, 59, warga Dusun Wringin Lawang, Desa Jatipasar, Jumat (5/4).

Kebo Iwe merupakan Mahapatih Kerajaan Bedugul, Bali.

Berawal dari Mahapatih Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa yang bertujuan menyatukan bumi Nusantara pada abad ke-14.

Namun, tujuan tersebut terhalang oleh kekuatan Kebo Iwe.

Menyusul kekuatan yang unggul daripada Gajahmada.

Kemudian, Patih Gajah Mada memiliki rencana untuk mengalahkan Patih Kebo Iwe lalu mengundangnya untuk dijodohkan dengan putri Majapahit.

Ketika tiba di Kerajaan Majapahit, Kebo Iwe justru bukannnya dijodohkan, melainkan bertarung dengan Gajah Mada.

”Jadi kesannya Eyang Kebo Iwe ini ditipu supaya datang ke Majapahit,” jelasnya.

Di saat bertarung, Gajah Mada tidak mampu menandingi kesaktian Patih Kebo Iwe.

Selain itu, Mahapatih Kerajaan Bedugul tersebut diyakini telah mengetahui rencana Sumpah Palapa Gajah Mada.

Maka, Mahapatih Kebo Iwe rela mengalah dengan Gajah Mada.

”Kebo Iwe rela mengalah dan terbunuh dalam pertarungan demi Sumpah Palapa Patih Gajah Mada,” imbuhnya.

Tak jarang petilasan ini dikunjungi khalayak umum tanpa dipungut biaya.

Pengunjung yang datang dari beragam daerah.

Misalnya, Bali, Kediri, Surabaya, dan Mojokerto.

”Pengunjung yang datang ke petilasan itu, harapannya untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan area objek bersejarah,” pungkasnya. (annisa fadilah)

 

 

Editor : Moch. Chariris
#Sumpah Palapa #mahapatih #Gajahmada