RADARMAJAPAHIT - Istana Raja Majapahit Hayam Wuruk diyakini berada di kawasan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Negarakertagama tulisan Empu Prapanca pada abad ke-14 menggambarkan dengan cukup rinci denah istana kerajaan dan ibu kota Majapahit.
Prapanca misalnya, menyebut istana Majapahit dikelilingi dinding bata merah tinggi dan tebal.
Di dekat tembok terdapat pos tempat pelayan kerajaan berjaga.
Ketua Perkumpulan Peduli Majapahit Gotrah Wilwatikta, Anam Anis mengatakan, di luar tembok istana terdapat parit dalam yang berfungsi mencegah serbuan musuh.
Penerjemah Laksamana Cheng Ho, Ma Huang, memberi kesaksian jika tembok itu memiliki tinggi lebih dari tiga zhang alias sekitar 9,9 meter.
”Sudah banyak temuan-temuan parit yang terkait dengan tembok kuno. seperti di Nglinguk (Desa/Kecamatan Trowulan),” ujarAnam Anis.
Menurut Negarakertagama gerbang utama menuju istana terletak di sisi utara tembok.
Gerbang itu berupa pintu-pintu besar yang terbuat dari besi berukir.
Hal ini diperkuat dengan temuan arkeologis metalurgi yang telah berkembang pesat pada masa kerajaan yang eksis 700 tahun silam itu.
Dalam historiografinya, Prapanca juga menyebut di depan gerbang utama terdapat bangunan panjang tempat pertemuan tahunan pejabat negara, pasar, dan persimpangan yang disucikan.
Anam Anis menyatakan, kompleks istana kerajaan memiliki lapangan yang dikelilingi bangunan-bangunan suci agama.
Di sisi barat lapangan terdapat paviliun yang dikelilingi kanal dan kolam tempat mandi.
”Di kompleks istana juga ada rumah-rumah untuk pegawai atau pelayan istana. Ada juga paseban tempat jujukan tamu yang belum ketemu raja,” ujar pengacara senior di Mojokerto itu.
Konsep paseban ini, menurut Anam Anis, seperti yang disalin di rumah-rumah dinas pejabat kiwari.
Terdapat semacam guest house yang berfungsi sebagai tempat singgah tamu-tamu sebelum bertemu sang empunya.
Gambaran ini juga termuat dalam peta Ibu Kota Majapahit rekonstruksi arsitek Belanda Maclaine Pont pada 1924 berdasarkan hasil ekskavasi di Trowulan.
Penelitian untuk menyingkap kompleks istana Majapahit masih berlangsung sampai sekarang.
Salah satunya yang menjadi lokus adalah Situs Kumitir di Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo. Area ini diyakini sebagai kediaman Bhre Wengker, mertua Raja Hayam Wuruk.
Anam Anis melanjutkan, satu peninggalan dari Majapahit yang terkait dengan istana adalah Kolam Segaran.
Selain sebagai bendungan tempat menampung air, kolam kuno terbesar di Indonesia itu disebut-sebut sebagai simbol Majapahit.
Peralatan makan berbahan emas dibuang ke Segaran setelah perjamuan menunjukkan betapa kayanya kerajaan.
”Meskipun di dasar kolam Segaran ada jalanya untuk mengangkat perabotan lagi, tapi sudah cukup menunjukkan betapa kayanya Majapahit di mata tamu. Itu kan sudah jadi cerita rakyat sampai sekarang,” tandas pria kelahiran 1958 tersebut.
Editor : Moch. Chariris