Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Sejarah Majapahit, Tumenggung Patas Angin, Pejabat Keraton Berdakwah Islam, di Era Raja Prabu Brawijaya V

Moch. Chariris • Selasa, 2 April 2024 | 03:08 WIB
KERAMAT: Pengunjung berdoa di Makam Tumenggung Patas Angin di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Nur Zurotus Sita for Radar Majapahit)
KERAMAT: Pengunjung berdoa di Makam Tumenggung Patas Angin di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Nur Zurotus Sita for Radar Majapahit)

RADARMAJAPAHIT - Kepopuleran Makam Troloyo  membuat tempat ini tidak pernah sepi peziarah.

Banyak tokoh penting yang di makamkan di sini.

Salah satunya Tumenggung Patas Angin.

TERAWAT: Pengunjung mengamati Makam Tumenggung Patas Angin di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Nur Zurotus Sita for Radar Majapahit)
TERAWAT: Pengunjung mengamati Makam Tumenggung Patas Angin di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Nur Zurotus Sita for Radar Majapahit)

Tumenggung Patas Angin masih memiliki kaitan dengan Kerajaan Majapahit.

Kini ia dimakamkan di kompleks pemakaman Troloyo, di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Tumenggung Patas Angin adalah salah satu dari tokoh pada masa Kerajaan Majapahit atau di era walisongo awal.

Dia merupakan seorang penyebar agama Islam yang membantu Syekh Jumadil Kubro pada masa Kerajaan Majapahit.

Tidak sendirian, ia dibantu dengan temannya, Tumenggung Satim Singomoyo untuk mengembangkan dakwah.

Tumenggung Patas Angin diketahui sebagai sosok pejabat Keraton Majapahit.

”Mbah Tumenggung Patas Angin ini merupakan sosok yang berjasa dalam perkembangan masuknya agama Islam di bumi Majapahit,” ujar Suparman, 48, warga setempat, Minggu (31/1).

Makam Tumenggung Patas Angin sudah ada jauh sebelum Makam Syekh Jumadil Kubro.

Makam Tumenggung Patas Angin berdekatan dengan petilasan walisongo.

Tepatnya, berada di kanan setelah pintu masuk kompleks Makam Troloyo.

Terdapat cungkup dengan tembok bertuliskan lafaz huruf Arab.

Jika di terjemahkan mengandung makna: Mengunjungi kuburan mengenang kematian.

”Mbah Tumenggung Patas Angin dahulu juga  termasuk salah satu orang penting pada masa Kerajaan Majapahit era raja terakhir atau Prabu Brawijaya V,” tandasnya.

Prabu Brawijaya V biasa dikenal nama Raden Alit atau Bhre Kertabumi. Ia memutuskan untuk memeluk agama Islam setelah bertema dengan Sunan Kalijaga. (laila ramadani)

Editor : Moch. Chariris
#troloyo #islam #majapahit