RADARMAJAPAHIT – Situs Alas Trik menjadi saksi bisu terbentuknya Kerajaan Majapahit.
Situs ini berada di Dusun Bocok Lor, Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.
Penemuan situs ini sempat gempar pada tahun 2018 silam.
Situs Alas Trik ini berupa bangunan gapura luar yang diyakini warga Raja Raden Wijaya pernah bermukim di sana.
Setelah penggalian tersebut, ditemukan batu bata dengan struktur yang tersusun lima trap.
”Kemungkinan jika digali terus mungkin strukturnya masih ada sampai bawah. Namun karena posisinya di irigasi sehingga sulit untuk dilanjutkan,” ujar Agus, 52, penjaga Museum Alas Trik, Kamis (28/3).
Sebelum ditemukannya, situs ini telah dikisahkan di Kitab Pararaton.
Pasca Kerajaan Singosari dipimpin Prabu Kertanegara runtuh akibat perang dengan Kerajaan Glang-Glang di Madiun, Prabu Jayakatwang lantas menguasai Kerajaan Singasari.
Pada saat itu kekuasaan Kerajaan Glang-Glang memang dipimpin Prabu Jayakatwang.
Dari situ Raden Wijaya, tidak lain adalah menantu Raja Kertanegara diberi tempat oleh Prabu Jayakatwang untuk bermukim di hutan atau alas bernama Trik.
Dengan tertulisnya kisah tersebut di Kitab Pararaton, semakin memperkuat adanya dugaan jika di Dusun Bocok Lor, Desa Kedungbocok merupakan tempat persinggahan Raden Wijaya.
Diperkuat lagi dengan adanya tambahan temuan artefak kuno yang tersebar di sekitar daerah tersebut.
”Artefak yang ditemukan bermacam-macam bentuknya. Ada yang seperti lesung, perabotan rumah tangga, lingga yoni, hingga artefak gigi hewan buas pada zaman dahulu,” tambahnya.
Tepat di depan situs terdapat jalan setapak yang menuju lahan pertanian tebu.
Struktur batu bata ini melewati irigasi sawah.
Terdapat juga semacam runtuhan batu bata yang bentuk dan ukurannya berbeda.
Setiap batu bata terdapat corak yang unik dan tidak sama dengan batu bata yang ada saat ini.
Awalnya batu bata ini tersebar di sekitar lahan pertanian.
Kemudian oleh warga dan pelestari sejarah dikumpulkan menjadi satu.
”Di aliran irigasi ini terdapat seperti bangunan sekat kamar,” tandas Agus.
Namun sayangnya, lanjut dia, tempat ini belum sempat d ekskavasi.
”Observasi Situs Alas Trik diberhentikan Badan Pelestarian Kebudayaan(BPK) Wilayah XI Jawa Timur, karena belum ada surat untuk pendirian cagar budaya,” pungkas Agus. (zukria amelia)
Editor : Moch. Chariris