RADARMAJAPAHIT - Dusun Bocok Lor, Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, terdapat sebuah penemuan bangunan kuno yang diyakini sebagai tempat cikal bakal terbentuknya Kerajaan Majapahit.
Hal tersebut dibuktikan dengan adanya penemuan galian yang mirip seperti bangunan samping pintu gerbang.
Panjangnya mencapai sekitar 15 meter.
Tempat ini biasa disebut sebagai Situs Alas Trik.
Di dekat Situs Alas Trik terdapat tempat yang disebut Situs Paseban.
Tempat tersebut diyakini sebagai pertapaan Raden Wijaya, Raja Kerajaan Majapahit pertama.
Agus, 52, penjaga Museum Situs Alas Trik mengungkapkan, Situs Paseban sudah ditemukan sejak zaman kolonial Belanda ketika menyerang Indonesia.
Namun penemuan Situs Alas Trik terungkap kembali tahun 2017.
Ketika warga setempat sedang menanam singkong.
Waktu proses penggalian tanah untuk menanam singkong, warga tersebut menemukan batu kuno yang tersusun rapi.
Seperti bangunan samping pintu gerbang.
Dengan ditemukannya dua peninggalan kuno ini lantas dilakukan observasi oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur.
”Saat dilakukan observasi, Situs Alas Trik ini diyakini sebagai pintu gerbang samping, dan gundukan batu tersebut juga diyakini sebagai tempat pertapaan Raden Wijaya kala itu,” tuturnya, Rabu (27/3).
Pada zaman dahulu, Raden Wijaya datang ke Desa Kedungbocok bersama para temenggungnya.
Saat itu daerah tersebut masa berupa rawa-rawa dan hutan.
Saat bertapa Raden Wijaya memikirkan siasat untuk membangun sebuah kerajaan yang besar.
Dari situ akhirnya tercetusnya nama Majapahit.
Pada saat itu Raden Wijaya menemukan buah maja dan waktu dimakan rasanya pahit.
Agus menambahkan, jika ditarik garis merah sebelum kejayaan Kerajaan Majapahit awal cikal bakal terbentuknya Kerajaan Majapahit berasal dari Kecamatan Tarik ini.
”Selain itu, bukti peninggalan lainnya ditemukan di sekitar situs, lahan persawahan hingga aliran irigasi sawah. Kini, peninggalan tersebut dirawat dan diletakkan di museum yang berada di dekat lokasi situs,” tambahnya.
Di museum Alas Trik terdapat beberapa peninggalan.
Berupa watu lumpang, lingga yoni, uang gobog, hingga pecahan perabotan pada zaman dahulu.
Bahkan di museum ini, juga terdapat batu yang mirip seperti pancoran air yang dibuat untuk pemandian para raja pada zaman dahulu. (zukria amelia)
Editor : Moch. Chariris