Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Sejarah Majapahit, Terapkan Teknik Bangunan Berisiko Rendah dari Ancaman Gempa

Yulianto Adi Nugroho • Selasa, 26 Maret 2024 | 01:29 WIB

 

DITELITI: Situs Watesumpak di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, yang diyakini sebagai kompleks permukiman bangsawan Majapahit diekskavasi pada 2022 silam. (foto: Sofan Kurniawan)
DITELITI: Situs Watesumpak di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, yang diyakini sebagai kompleks permukiman bangsawan Majapahit diekskavasi pada 2022 silam. (foto: Sofan Kurniawan)

RADARMAJAPAHIT - Pengetahuan kompleks mengenai arsitektur dari masa 700 silam yang sarat nilai filosofis itu diwarisi hingga zaman kolonial.

Ketua Perkumpulan Peduli Majapahit Gotrah Wilwatikta Anam Anis, mengatakan jejak keilmuan tersebut dapat diamati dari sisa-sisa bangunan rumah-rumah dinas peninggalan Hindia Belanda.

ARKEOLOGIS: Bentuk rumah pada zaman Majapahit di relief Candi Tegowangi, Plemahan, Kabupaten Kediri. (foto: dok. Kemendikbud)
ARKEOLOGIS: Bentuk rumah pada zaman Majapahit di relief Candi Tegowangi, Plemahan, Kabupaten Kediri. (foto: dok. Kemendikbud)

Menurut Anis, konsepsi ini dapat dirunut dari gambaran lanskap permukiman era Majapahit yang sudah banyak ditemukan para ahli.

Gambaran itu juga termuat dalam kitab Negarakertagama.

Menurutnya, rumah-rumah Majapahit memiliki pelataran yang luas bak taman.

Khusus bangsawan dan pembesar kerajaan, rumah umumnya dilengkapi pendapa tempat transit tamu.

Teknik pelapisan itu mampu menjaga temperatur rumah agar tetap sejuk saat musim panas dan hangat ketika hawa dingin menyergap.

 

Editor : Moch. Chariris
#majapahit #rumah #gempa