Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Raden Ayu Anjasmoro ketika Mengkhianati Minak Jinggo sebelum Dipersunting Raja Damarwulan

Moch. Chariris • Selasa, 19 Maret 2024 | 04:27 WIB

 

KERAMAT:  Peziarah berdoa di Makam Raden Ayu Anjasmoro, di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Laila Ramadani for Radar Majapahit)
KERAMAT: Peziarah berdoa di Makam Raden Ayu Anjasmoro, di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Laila Ramadani for Radar Majapahit)

RADARMAJAPAHIT – Kisah kejayaan Kerajaan Majapahit masih masyhur hingga saat ini

Salah satunya adalah keberadaan makam istri Raja Majapahit Damarwulan, Raden Ayu Anjasmoro.

TERJAGA: Peziarah membuka pintu Makam Raden Ayu Anjasmoro, di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Annisa Fadilah for Radar Majapahit)
TERJAGA: Peziarah membuka pintu Makam Raden Ayu Anjasmoro, di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Annisa Fadilah for Radar Majapahit)

Makamnya berada di tengah pemakaman umum Troloyo, di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Diceritakan, sebelum Raden Ayu Anjasmoro dipersunting Damarwulan (Damar Sasongko), ia sempat menjadi selir dari Minak Jinggo atau Adipati Blambangan.

Adipati Blambangan adalah salah satu orang yang tewas dalam peperangan karena memperebutkan tahta raja dan ingin menjadi suami Ratu Kencana Wungu.

Suyitno, juru pelihara (jupel) makam menuturkan, dulunya Raden Ayu Anjasmoro memang merupakan selir Adipati Blambangan.

Namun, diam-diam, di tengah cerita itu, Raja Damarwulan rupanya telah membuat janji dengan Raden Ayu Anjasmoro untuk menikahinya.

Dengan harapan, mendapatkan pusaka gada andalan Adipati Blambangan.

”Artinya Damarwulan mau menikahi Raden Ayu Anjasmoro, setelah ia berhasil membawakan senjata andalan Minak Jinggo kepadanya,” ujar Suyitno, Senin (18/3).

Setelah Raden Ayu Anjasmoro mengkhianati Adipati Blambangan ia pun menjadi istri dari Damarwulan.

Tepatnya, pasca perang Adipati Blambangan dengan Damarwulan terjadi.

Di mana perang tersebut akhirnya dimenangkan oleh Damarwulan.

Kini Raden Ayu Anjasmoro dimakamkan di kompleks pemakaman umum Troloyo, berdampingan dengan Makam Ratu Majapahit terakhir, yakni Gusti Ayu Kencana Wungu.

”Setelah penghianatan terhadap Minak Jinggo akhirnya ia menjadi istri dari Raja Kerajaan Majapahit,” tutur Suyitno.

Di bagian nisan Makam Raden Ayu Anjasmoro diberi kain berwarna keemasan. Warna itu sengaja diberikan untuk membedakan dengan makam Ratu Kencana Wungu.

Sedangkan nisan makam Ratu Ayu Kencana Wungu diberi warna ungu, karena dianggap identik dengan namanya.

Keberadaan Makam Raden Ayu Anjasmoro dan Ratu Ayu Kencana Wungu berada sekitar 300 meter dari pintu masuk pemakaman umum Troloyo.

Pada bagian pintu cungkup makam terbuat dari kayu jati yang diukir.

Di bagian depan terdapat gapura berwarna ungu.

Sementara peziarah makam ini tidak hanya dari Mojokerto Raya.

Baca Juga: Sejarah Majapahit, Khazanah Arsitektur Kuno, Atur Suhu Rumah dengan Pelapis Tanah

Namun, banyak peziarah, baik dari dalam pulau Jawa maupun luar Jawa.

Meliputi, Riau, Medan, Manado, Kalimantan, hingga Sulawesi.

”Pengunjung yang datang memang tidak menentu. Namun hampir dari seluruh Indonesia pernah ke sini. Bahkan, beberapa presiden pun sudah pernah berziarah,” tandasnya.

Di antaranya, Presiden Soekarno, Soeharto, Megawati, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (laila ramadani)

 

 

Editor : Moch. Chariris
#sejarah #majapahit #ratu