Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Sejarah Majapahit, Kecantikan Ratu Ayu Kencana Wungu Diperebutkan, hingga Pecah Perang Saudara

Moch. Chariris • Minggu, 17 Maret 2024 | 04:42 WIB

 

SERBAUNGU: Pengunjung berdoa di Makam Ratu Ayu Kencana Wungu di Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Laila Ramadani for Radar Majapahit)
SERBAUNGU: Pengunjung berdoa di Makam Ratu Ayu Kencana Wungu di Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Laila Ramadani for Radar Majapahit)

RADARMAJAPAHIT - Di Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, terdapat beragam peninggalan sejarah.

Misalnya, candi, situs, petilasan, hingga makam leluhur.

DISAKRALKAN: Pengunjung memasuki Makam Ratu Ayu Kencana Wungu, di Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Annisa Fadilah for Radar Majapahit)
DISAKRALKAN: Pengunjung memasuki Makam Ratu Ayu Kencana Wungu, di Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Annisa Fadilah for Radar Majapahit)
 

Salah satunya, makam Ratu Ayu Kencana Wungu atau ratu di era Kerajaan Majapahit.

Gusti Ratu Ayu Kencana Wungu memiliki nama asli Dyah Suhita, yang diyakini sebagai raja perempuan Kerajaan Majapahit yang kedua dan terakhir.

Sebelum Ratu Ayu Kencana Wungu, Ratu Tribuana Tunggadewi menjadi Raja perempuan pertama Kerajaan Majapahit.

Gading, 45, pemerhati sejarah sekaligus wisatawan asal Jogjakarta menjelaskan, sejarah terjadinya perang antara Minak Jinggo (Adipati Blambangan) dengan Damarwulan (Damar Sasongko) untuk memperistri Ratu Kencana Wungu berakhir tragis.

Sebab, Damarwulan sebagai pemenang perang harus membunuh saudaranya sendiri, yakni Layang Seto dan Layang Gumitir.

Karena dianggap menghalangi jalannya untuk menjadi suami dari Ratu Ayu Kencana Wungu.

”Ratu Ayu Kencana Wungu dipercaya dulunya sangat cantik, jadi tidak heran banyak yang ingin memperistrinya. Namun, Damarwulan-lah yang menjadi suami serta raja dari Kerajaan Majapahit saat itu,” papar Gading, Sabtu (16/3).

Makam Ratu Ayu Kencana Wungu berada di samping Makam Raden Ayu Anjasmoro tak lain adalah selir dari Damarwulan.

Makam yang menghadap timur ke barat ini terletak sekitar 300 meter dari Makam Troloyo, dengan cungkup bertembok yang dicat berwarna ungu.

”Makam Ratu Kencana Wungu dekat dengan makam orang berjasa pada Kerajaan Majapahit dahulu,” tegas Gading.

Seperti Eyang Sabdo Palon dan Eyang Noyo Genggong sebagai penasihat utama.

Noto Suryo, Noto Kusumo, Gajah Pramodo, Polo Putro, dan Eman Kinasih sebagai pangeran kerajaan.

Pengunjung Makam Ratu Ayu Kencana Wungu tidak hanya berasal dari Mojokerto, melainkan juga dari luar Jawa.

Meliputi, Medan, Riau hingga Manado.

Banyak pula peziarah datang pada saat jumat legi sesuai dengan tanggalan jawa.

”Adapun presiden yang pernah datang untuk berziarah di sini adalah Soekarno, Soeharto, Gus Dur, Megawati, hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),” tambah Suyitno, 53, juru kunci Makam Ratu Ayu Kencana Wungu. (laila ramadani)

Editor : Moch. Chariris
#troloyo #majapahit #ratu kencono wungu