Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Pemukiman Kesatria Majapahit di Belahantengah, Mojosari, Ditemukan Fragmen hingga Prasasti

Moch. Chariris • Minggu, 18 Februari 2024 | 03:56 WIB
DIRAWAT: Pengunjung mengamati temuan fragmen situs pemukiman kuno di Dusun Sambeng, Desa Belahantengah, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. (foto: Moch. Khasib for Radar Majapahit)
DIRAWAT: Pengunjung mengamati temuan fragmen situs pemukiman kuno di Dusun Sambeng, Desa Belahantengah, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. (foto: Moch. Khasib for Radar Majapahit)

RADARMAJAPAHIT – Kabupaten Mojokerto banyak menyimpan peninggalan bersejarah pada masa Kerajaan Majapahit.

Di antaranya, situs pemukiman kuno di Dusun Sambeng, Desa Belahantengah, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

GALIAN: Ekskavasi struktur susunan bata kuno di situs pemukiman kuno di Dusun Sambeng, Desa Belahantengah, Kecamatan Mojosari tahun 2018 lalu. (foto: Radar Mojokerto)
GALIAN: Ekskavasi struktur susunan bata kuno di situs pemukiman kuno di Dusun Sambeng, Desa Belahantengah, Kecamatan Mojosari tahun 2018 lalu. (foto: Radar Mojokerto)

Objek sejarah ini diperkirakan peninggalan era Majapahit pada abad ke-15.

Situs tersebut merupakan salah satu cagar budaya yang pernah diekskavasi dan dikonservasi oleh Balai Pelestarian dan Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim.

Situs ini ditemukan di tengah areal persawahan milik warga dan berdekatan dengan tempat pembuangan sampah (TPA).

”Dulu, situs ini ditemukan karena ketidaksengajaan warga ketika menggali tanah untuk pondasi pagar TPA. Kemudian, menemukan adanya struktur bata kuno,” ujar Rohman Arif, warga Dusun Sambeng, Desa Belahantengah, Sabtu (17/2).

Berawal dari temuan tersebut, kemudian menemukan struktur bangunan batu bata merah kuno.

Setelah dirasa adanya struktur kuno warga melapor ke pihak terkait. Selain itu, terdapat sebuah punden di areal situs pemukiman kuno.

”Di areal temuan situs pemukiman kuno terdapat sebuah punden yang diyakini sebagai napak tilas orang terdahulu,” tutur pria 51 tahun ini.

Rohman mengatakan, situs ini ditemukan pada tahun 2018. Kemudian, tak butuh waktu lama, BPK Wilayah IX Jatim meninjau dan melakukan ekskavasi.

Dari hasil ekskavasi tersebut ditemukan sejumlah benda peninggalan.

Misalnya, struktur pondasi bangunan kuno, lumpang batu andesit, tembikar dan sejumlah fragmen perabotan rumah.

”Kalau melihat dari temuan pecahan keramik perabotan rumah, situs pemukiman kuno ini diperkirakan tempat tinggal kaum kesatria kerajaan,” imbuhnya.

Penelusuran radarmajapahit.jawapos.com, di situs pemukiman kuno tersebut ditemukan struktur pondasi dan lantai berukuran sekitar 6 x 8 meter.

Struktur lantai pemukiman kuno tersebut terdiri dari susunan bebatuan andesit berukuran sekitar 28 x 18x6 cm.

Diperkirakan situs pemukiman kuno ini menghadap sisi utara. Menyusul, sejumlah temuan batu lumpang di sisi selatan tembok TPA.

Tak hanya itu, sebelum ditemukan situs di Dusun Sambeng, Rohman menceritakan bahwa warga kerap menemukan sejumlah benda purbakala.

Seperti, batu bata kuno, uang kepeng dalam gentong, arca, hingga pecahan batu diduga prasasti batu andesit.

”Biasanya warga yang menemukan sejumlah benda kuno itu disimpan sebagai koleksi di rumahnya. Terakhir kali sepengetahuan saya, temuan tersebut hanya diinventarisasi BPCB (BPK Wilayah IX Jatim) saja,” papar Rohman.

Temuan benda purbakala itu di antaranya, batu bata kuno, fragmen, dan lumpang batu andesit tersimpan rapi di makam punden.

Semenjak temuan situs tersebut, tempat punden dijaga dan dirawat warga setempat dengan dibangunkan pagar hingga atap. (moch. khasib)

 

Editor : Moch. Chariris
#mojosari #pemukiman #fragmen