RADARMAJAPAHIT - Salah satu tempat yang diyakini sebagai punden dari Nyi Pandansari ada di Dusun Simpang, Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.
Nyi Pandansari diyakini salah satu putri dari Kerajaan Majapahit yang mengasingkan diri. Awal ditemukan punden sebelumnya berupa makam dan batu nisannya berupa batu.
Lokasinya berada di tengah-tengah semak belukar. Oleh warga sekitar lantas dibersihkan dan di rawat. Warga meyakini bahwa makam tersebut merupakan punden yang mbabah daerah setempat.
Namun, untuk menghindari punden Nyi Pandansari digunakan sebagai tempat melakukan ritual terlarang, warga memutuskan mengubur kembali.
Tempat tersebut telah melalui tiga kali renovasi. Renovasi pertama, di sekeliling punden dibangunkan pagar bambu. Renovasi kedua, pagar bambu diganti dengan pagar batu bata merah.
Renovasi ketiga, pada tahun 2015 punden Nyi Pandansari dibangun dengan konsep bercorak agama Hindu.
”Bangunan punden ini hasil renovasi ketiga. Renovasi terakhir dengan konsep agama Hindu, karena dulu Nyi Pandansari masih beragama Hindu,” ungkap Waluyo Sri Maulana, juru pelihara (jupel) punden Nyi Pandansari, Minggu (4/2).
Tak seperti punden pada umumnya, bangunan punden Nyi Pandansari menyimpan ciri khas bernuansa Hindu.
Di antaranya, tembok bangunan yang berwarna dominan merah. Terdapat patung bercorak Ananta Shesha.
Dalam mitologi Hindu merupakan sosok naga atau ular sebagai tempat singgasana atau tempat duduknya Dewa Wisnu bersama istrinya, Dewi Laksmi.
Di kedua sisi patung Ananta Shesha juga terdapat dua ular kobra. Di bagian puncak atap terdapat sebuah bangunan menyerupai miniatur candi.
Di dalam punden, terdapat sebuah ruang yang diyakini sebagai area punden Nyi Pandansari. Dindingnya menggunakan cat berwarna emas, selain itu terdapat tempat sesajen dan dupa.
”Warna emas pada dinding tersebut bermakna kemakmuran dan kekayaan,” jelasnya.
Pria 39 tahun ini menjelaskan, selain punden, di sekitar area tersebut ditemukan sebuah patung berukuran kecil dan sejumlah keris. Kini keris tersebut disimpan di rumah juru pelihara punden Nyi Pandansari.
Punden Nyi Pandansari ramai dikunjungi pada malam Jumat Legi, Jumat Kliwon, dan Selasa Kliwon.
Terdapat kegiatan rutin yang digelar di punden Nyi Pandansari, yaitu pagelaran wayang setiap malam satu Sura.
”Para pengunjung datang ke sini dengan beragam tujuan. Mulai dari wisata sejarah hingga melakukan sejumlah ritual,” pungkasnya. (putri fadiyah)
Editor : Moch. Chariris