RADARMAJAPAHIT – Kerajaan Medang Kahuripan era Prabu Airlangga mewariskan peninggalan-peninggalan bersejarah.
Salah satunya, ditemukannya Situs Petirtaan Sumber Beji di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.
Situs Petirtaan Sumber Beji diyakini sebagai kolam pemandian era Prabu Airlangga. Juru pelihara (jupel) situs Petirtaan Sumber Beji, Samsul Hadi mengungkapkan, situs petirtaan ini ditemukan di tengah areal persawahan dusun setempat.
Tempat tersebut dulunya merupakan sebuah sumber mata air yang berfungsi mengairi irigasi persawahan milik warga.
”Dulu warga gotong-royong berencana memperbesar sumber mata air untuk pengairan persawahan. Kemudian, menemukan adanya sebuah struktur saluran air,” ujar pria 50 tahun ini, Minggu (4/1).
Berawal dari warga gotong-royong memperbesar sumber mata air, kemudian menemukan struktur saluran air. Tanah tersebut diketahui merupakan tanah kas Desa Kesamben.
Setelah dirasa terdapat situs di dalamnya, warga lantas melapor ke Balai Pelestarian dan Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim.
Tahun 2019 silam, BPK melakukan ekskavasi di area Situs Petirtaan Sumber Beji. Setelah diekskavasi, hasilnya ditemukan saluran petirtaan kuno dengan struktur bata merah berbentuk persegi.
Kemudian, terdapat struktur persegi sebagai batur di sisi tengah. Tak hanya itu, di sisi barat, terdapat kanal sepanjang 14 meter yang berfungsi sebagai saluran masuknya air ke petirtaan.
Selain itu, terdapat arca garuda berbahan batu andesit di dinding menghadap ke timur. Dia mengungkapkan, Petirtaan Sumber Beji diyakini peninggalan era Prabu Airlangga yang berfungsi sebagai kolam pemandian keluarga kerajaan untuk menyucikan diri.
Menyusul sejumlah temuan jaladwara hingga arca garuda. ”Petirtaan ini diperkirakan dibangun era Prabu Airlangga. Kemudian, direnovasi dan difungsikan hingga era Kerajaan Majapahit,” tuturnya.
Berdasarkan temuan dan bentuk arsitektur petirtaan tersebut, diperkirakan, bahwa Petirtaan Sumber Beji dibangun era Majapahit pada abad ke 13 hingga 14 Masehi.
Petirtaan tersebut berukuran panjang 19,20 meter x lebar 16,39 meter. Di sisi atas terdapat struktur menyerupai kura-kura berukuran 6,03 meter x 6 meter.
Di sisi barat terdapat saluran masuknya air, sedangkan pada sisi bagian utara terdapat saluran pembuangan air.
Di sekitar Petirtaan Sumber Beji banyak ditemukan temuan lepas Jaladwara yang dulunya berfungsi sebagai pancuran air.
Belakangan, di areal Petirtaan Sumber Beji dibangun sebuah tempat pemandian berada di sisi utara situs petirtaan yang dikelola dan dimanfaatkan warga untuk tempat wisata.
Samsul menyampaikan, warga desa membangun tempat wisata bertujuan menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke petirtaan. Serta mampu mengedukasi para pengunjung tentang pengenalan sejarah.
Objek sejarah ini dibuka untuk umum dengan biaya seikhlasnya. Tempat ini kerap dikunjungi para pelajar hingga wisatawan untuk sekadar pengenalan sejarah hingga berfoto.
”Sejumlah temuan di Petirtaan Sumber Beji, sementara tersimpan di Kantor Dikbud Jombang. Kemungkinan, akan dibangunkan galeri mini di Petirtaan Sumber Beji untuk mengedukasi pengunjung,” tandasnya. (moch. khasib)
Editor : Moch. Chariris