RADARMAJAPAHIT - Arca Buddha Akshobhya atau yang dikenal dengan sebutan Reco Lanang menjadi salah satu objek wisata sejarah di Mojokerto.
Reco lanang ini merupakan sebuah arca berbahan batu andesit. Menurut agama Buddha, Arca Buddha Akshobhya merupakan pengambaran dari wujud salah satu penguasa arah mata angin sebelah timur.
Keberadaan Reco Lanang berada di Dusun Kemlaka, Desa/Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Tepatnya, di lereng Gunung Boetak.
Juru pelihara Reco Lanang, Wahyu Ali Ramadhani, 23, menjelaskan arca tersebut diperkirakan dibangun sekitar tahun 1280 hingga 1293 Saka.
Reco Lanang ditemukan oleh Dr Verbeek dari Belanda, berada di tengah-tengah hutan dan terkubur tanah. Dengan posisi awal tengkurap menghadap tanah dan ditumbuhi lumut, kemudian ditegakkan.
”Arca tersebut terkesan duduk, telapak tangan kiri terbuka menengadah di atas pangkuan. Telapak tangan kanan menempel di lutut kanan membentuk posisi mudra bhumisparca (menunjuk bumi menjadi saksi),” ungkapnya, Sabtu (27/1).
Arca Buddha Akshobhya memiliki ukuran dengan tinggi dari kepala hingga tekukan kaki 5,7 meter. lebar dari lutut ke lutut 3 meter, lebar dada 2,58 meter, panjang wajah 1 meter, dan jarak di antara mata 0,48 meter.
Akses memuju Reco Lanang terbilang mudah. Dari Jalan Raya Trawas menuju lokasi arca sekitar 200 meter. Perjalanan memasuki situs arca dimulai dari pos penjagaan.
Pengunjung harus melewati sejumlah anak tangga yang di setiap sisinya terdapat pepohonan besar. Suasana asri dan sejuk dapat dirasakan pengunjung selama perjalanan menuju lokasi Arca Lanang.
Saat memasuki tangga terakhir, pengunjung disambut dua patung gajah berukuran kecil. Lantas pengunjung dapat menyaksikan sebuah Arca Buddha Akshobhya yang tampak agung.
Di area arca dibangunkan sebuah cungkup, serta dikelilingi oleh pagar besi. Namun, sewaktu-waktu dibuka apabila terdapat tamu yang ingin berdoa atau melakukan ritual.
Objek sejarah ini kerap difungsikan sebagai tempat ibadah bagi umat Buddha hingga sejumlah ritual.
Situs ini dapat dikunjungi warga umum tanpa dipungut biaya. Tak jarang, sejumlah wisatawan lokal hingga wisatawan mancanegara datang berkunjung.
”Pengunjung yang datang dari dalam negeri hingga luar negeri. Di antaranya, dari Taiwan, China, Thailand, Amerika, Kanada, Philipina, dan Singapura,” tandasnya. (putri fadiyah)
Editor : Moch. Chariris