Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Di Balik Sumber Mata Air Petirtaan Belahan, Menggambarkan Kasih Sayang Seorang Ibu

Moch. Chariris • Sabtu, 27 Januari 2024 | 05:05 WIB

JERNIH: Wisatawan berkunjung hingga mandi di Petirtaan Belahan, di Dusun Belahan Jowo, Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. (foto: Misbakhul Ulum for Radar Majapahit)
JERNIH: Wisatawan berkunjung hingga mandi di Petirtaan Belahan, di Dusun Belahan Jowo, Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. (foto: Misbakhul Ulum for Radar Majapahit)
 

RADARMAJAPAHIT – Petirtaan Belahan Baca Juga: Dihadang Pasukan Hizbullah, Masinis Tinggalkan Gerbong Logistik di Stasiun Lespadanganmemiliki keunikan tersendiri.

Sehingga menjadi bagian penting warisan budaya Indonesia. Petirtaan ini terkenal dengan kejernihan air dan kandungan mineralnya. Serta, diyakini menyimpan sejarah yang cukup kuat yang berkaitan dengan Petirtaan Jolotundo.

BERMAKNA: Petirtaan Belahan di Dusun Belahan Jowo, Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan menyimpan sejumlah kisah dan filosofi moral kehidupan.  (foto: Misbakhul Ulum for Radar Majapahit)
BERMAKNA: Petirtaan Belahan di Dusun Belahan Jowo, Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan menyimpan sejumlah kisah dan filosofi moral kehidupan. (foto: Misbakhul Ulum for Radar Majapahit)

Petirtaan ini berada di lereng Gunung Pawitra atau Gunung Penanggungan bagian timur. Tak jarang sejumlah wisatawan lokal maupun mancanegara tertarik mengunjungi tempat ini.

Salah satu daya tarik utama Petirtaan Belahan adalah keberadaan arca Dewi Sri di sisi utara. Di sekitar arca ini terdapat relief Empu Barada, sosok guru Prabu Airlangga.

Di samping itu arca Dewi Sri melambangkan kesuburan. Dahulu air yang keluar dari tangan arca tersebut dipercaya para petani untuk mengusir hama di sawah.

”Dulu, arca Dewi Sri dapat mengeluarkan air dari tanganya yang melambangkan kesuburan. Sehingga para petani meyakini air tersebut dapat mengusir hama di sawah,” ujar Manu, juru pelihara (jupel) Petirtaan Belahan, Selasa (23/1).

Konon, petirtaan ini merupakan kolam pemandian para selir Prabu Airlangga untuk menyucikan diri. Tak hanya itu, terdapat filosofi sumber air yang keluar dari payudara arca Dewi Laksmi menyimpan makna untuk berbakti kepada orang tua.

Hal tersebut bertujuan mengedukasi semua orang untuk selalu mengenang jasa dan kasih sayang kedua orang tua, terutama sang ibu.

”Kasih sayang ibu kepada anak itu sepanjang masa, seperti air mengalir. Karena orang tua itu merupakan pengeran katon atau tuhan yang yang nyata,” imbuhnya.

Demikian makna filosofi pada petirtaan ini mengedukasi tentang sejumlah nilai moral kehidupan. Sehingga objek ini perlu dirawat sebagai warisan sejarah.

 ”Harapannya, tempat bersejarah seperti ini harus dirawat dan dilestarikan, supaya menjadi bukti sejarah peradaban di masa lampau,” tandas Manu. (moch. khasib)

Editor : Moch. Chariris
#belahan #petirtaan #airlangga