RADARMAJAPAHIT - Di bagian selatan Gua Gembyang, di Dusun Gembyang, Desa Kuripansari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, terdapat sebuah makam.
Makam tersebut adalah makam Mbah Suro, pria yang membuta Gua Gembyang. Makam tersebut dibangun sebuah cungkup. Sedangkan di bawah makam terdapat sejumlah makam keluarga yang masih memiliki hubungan keluarga dengan Mbah Suro.
”Bangunan makam yang ada cungkupnya itu adalah makam dari Mbah Suro, dan makam-makam di bawahnya itu adalah makam dari keluarga saya,” ungkap Sabar Supardi, penjaga Gua Gembyang, Jumat (26/1).
Sabar Supardi mengaku Gua Gembyang sebagai gua warisan keluarga. Kendati demikian ia tetap membuka pintu bagi orang lain yang ingin berkunjung ke Gua Gembyang.
Selain itu, Gua Gembyang kerap kali dijadikan jujukan pengunjung sebagai tempat berdoa atau melakukan ritual.
”Saya memperbolehkan siapa saja yang ingin datang berkunjung ke gua ini. Untuk tamu ada yang datang dari Mojokerto, Jombang, Probolinggo, dan Bali,” tuturnya.
Guna menjaga keaslian dan kealamian daerah sekitar Gua Gembyang, Sabar menolak untuk dialiri listrik. Ia hanya mengandalkan penerangan lampu minyak pada saat malam hari.
”Saya memang menolak untuk dialiri listrik dan bantuan pembangunan dari siapa pun. Hal tersebut saya lakukan untuk menjaga keaslian dan kealamian area Gua Gembyang,” tandasnya. (putri fadiyah)
Editor : Moch. Chariris