RADARMAJAPAHIT – Dusun/Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto menyimpan sebuah warisan kuno.
Sumur Windu, tak hanya diyakini menyimpan khasiat penyembuhan, namun bernilai sejarah. Sumur ini menjadi daya tarik bagi wisatawan, terutama Bali dan Banyuwangi.
Sumur Windu terdiri dari empat sumur kuno. Di mana tiga di antaranya masih aktif. Sementara satu lainnya tidak lagi mengalir air.
Menariknya, sumur ini dipercayai oleh sebagian orang dapat menyembuhkan bergam penyakit. Sehingga tak heran jika masyarakat setempat menjadikannya sebagai tempat ruwatan desa.
”Sumur Windu ini terdapat empat aliran sumber mata air. Tiga di antaranya masih difungsikan hingga saat ini. Namun, satu sumur sudah kering tidak dapat difungsikan,” ujar Wisono, juru pelihara (jupel) Sumur Windu, Senin (22/1).
Wisono mengungkapkan, sumur ini bukan hanya sebagai sumber air, tetapi juga diyakini sebagai punden persinggahan para petinggi kerajaan pada masa lalu.
Menurut legenda setempat, seorang ratu disebutkan memiliki kaitan dengan tanah desa, memandang Sumur Windu sebagai simbol keberuntungan dan tanah punden.
Menariknya, sumur ini ditemukan dalam kondisi tertutup tanah putuk, dan pada masa lalu, diketahui bahwa airnya pernah mengalir.
Saat ditemukan, sumur ini menjadi sarang semut, dan diperkirakan dibuat pada era Empu Sindok. Sejak saat itu, Sumur Windu menjadi tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat setempat.
Pentingnya Sumur Windu dalam kehidupan masyarakat Trowulan semakin terlihat dengan adanya sebuah pendapa yang sedang direnovasi pada tahun 2024.
Baca Juga: Struktur Candi Berbentuk Huruf T, Diperkirakan Era Kerajaan Medang di Situs Blawu
Pendapa ini, yang dulunya sederhana seperti gubug dengan tiang bambu, kini mengalami transformasi menjadi bangunan yang lebih representatif.
Renovasi ini dilakukan atas inisiatif Eyang Rongo, seorang wisatawan asal Bali, pada tahun 1980 silam. Pendapa tersebut difungsikan untuk berbagai kegiatan, termasuk barikan (sebagai syukuran memanen padi), ruwat desa, hingga acara pewayangan.
Pendapa ini diharapkan menjadi pusat kegiatan masyarakat setempat, menjadikannya sebagai tempat berkumpul dan memperkuat ikatan sosial.
”Pendapa di Sumur Windu ini sejak dulu difungsikan sebagai tempat ruwatan desa,” imbuhnya. Dengan keberadaan Sumur Windu dan pendapa yang direnovasi, wisatawan dari Bali dan Banyuwangi semakin tertarik untuk mengunjungi desa ini.
Air dari Sumur Windu dinilai mujarab dan dipercaya sebagai penangkal hama bagi para petani setempat.
Desa Bejijong, dengan keindahan alamnya dan kekayaan sejarahnya, semakin meneguhkan posisinya sebagai destinasi wisata yang unik dan menarik di Kabupaten Mojokerto. (moch. khasib)
Editor : Moch. Chariris