Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Situs Watukucur, Sanggar Pemujaan Peninggalan Empu Sindok Era Kerajaan Medang

Moch. Chariris • Rabu, 17 Januari 2024 | 07:15 WIB
MENELUSURI: Pengunjung mengamati areal Situs Watukucur di Dusun Penanggalan, Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. (foto: Moch. Khasib for Radar Majapahit)
MENELUSURI: Pengunjung mengamati areal Situs Watukucur di Dusun Penanggalan, Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. (foto: Moch. Khasib for Radar Majapahit)

RADARMAJAPAHIT.JAWAPOS.COM – Kerajaan Medang periode Jawa Tengah, runtuh akibat letusan Gunung Merapi disertai gempa bumi sekitar abad ke-8. Sehingga kekuasaan kerajaan tersebut lantas dipindahkan ke Jawa Timur. Dipimpin Empu Sindok, sekaligus pendiri Kerajaan Medang periode Jawa Timur. Jauh sebelum Kerajaan Majapahit berkuasa.

Era Kerajaan Medang banyak meninggalkan situs purbakala berupa tempat beribadah umat terdahulu. Salah satunya, Situs Watukucur di Dusun Penanggalan, Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Situs tersebut terletak di tengah areal perkebunan tebu milik warga setempat.

TEMUAN: Era Empu Sindok Kerajaan Medang meninggalkan sejumlah tempat beribadah umat terdahulu sebagai bukti perdaban sejarah. (foto: Moch. Khasib for Radar Majapahit)
TEMUAN: Era Empu Sindok Kerajaan Medang meninggalkan sejumlah tempat beribadah umat terdahulu sebagai bukti perdaban sejarah. (foto: Moch. Khasib for Radar Majapahit)

”Dulunya, saya beli perkebunan itu hanya ada tanah puthuk dan watukucur berukuran besar. Karena penasaran, saya menggali tanah puthuk, kemudian menemukan struktur batu bata kuno,” ujar Setyo Budi, pemilik lahan, Senin (8/1).

Setyo kemudian menemukan batu bata merah kuno serta struktur yang diyakini peninggalan purbakala. Setelah dirasa terdapat struktur pemilik lahan melapor ke Museum Majapahit. ”Mereka menyampaikan, bahwasanya ekskavasi harus dalam pengawasan pihak yang berwenang. Sehingga tidak boleh melakukan ekskavasi mandiri,” tuturnya.

Dia menceritakan, Situs Watukucur ini berhasil diekskavasi oleh Balai Pelestarian dan Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim pada Oktober tahun 2021 silam. Di areal situs tersebut ditemukan struktur batu bata kuno berukuran besar. Yakni, batu yoni dan sejumlah batu umpak andesit. ”Di situs ini terdapat batu yoni berukuran 100 cm persegi dan tinggi 96,5 cm,” kata setyo.

BPK Wilayah XI Jatim menjelaskan, sejumlah temuan hasil ekskavasi penyelamatan Situs Watukucur. Di antaranya, beberapa umpak besar, umpak kecil, fragmen gerabah, keramik, batu andesit, dan lain sebagainya. Berdasarkan temuan tersebut, Situs Watukucur diduga sebuah sanggar pemujaan umat Hindu aliran Shiwa yang memiliki tiang kayu dan beratap.

”Batu lingga yoni itu merepresentasikan Dewa Shiwa dan Dewi Parwati sebagai simbol kesuburan. Namun, batu lingga belum ditemukan hingga saat ini,” imbuhnya.

Situs ini dapat dikunjungi warga umum tanpa dipungut biaya. Tak jarang, sejumlah wisatawan yang datang turut meyakini kesakralan pada situs tersebut. Sehingga seringkali dijadikan sebagai sarana ritual. ”Biasanya pengunjung melakukan ritual pada malam hari, tanpa sepengetahuan saya,” tandasnya. (moch. khasib)

 

Editor : Moch. Chariris
#kerajaan medang #Mojoagung #situs #empu sindok