Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Situs Watu Umpak Sentonorejo, Bukti Arsitektur Spektakuler di Zaman Majapahit

Moch. Chariris • Selasa, 16 Januari 2024 | 03:23 WIB
PENINGGALAN TERDAHULU: Pengunjung mengamati Situs Watu Umpak di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Annisa for Radar Majapahit)
PENINGGALAN TERDAHULU: Pengunjung mengamati Situs Watu Umpak di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Annisa for Radar Majapahit)

RADARMAJAPAHIT.JAWAPOS.COM - Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto menyimpan banyak peninggalan purbakala. Salah satunya adalah Situs Watu Umpak di Dusun Kedaton. Situs ini diyakini sebagai pondasi pendapa Kerajaan Majapahit.

Seluruh batu umpak di Situs Umpak Sentonorejo terbuat dari batu andesit yang dipahat rata tanpa hiasan. Situs ini pernah diekskavasi oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) pada tahun 1981, 1982 dan 1985.

DIRAWAT: Situs Watu Umpak berbentuk segi delapan di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Annisa for Radar Majapahit)
DIRAWAT: Situs Watu Umpak berbentuk segi delapan di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Annisa for Radar Majapahit)

”Situs ini diekskavasi selama tiga tahap. Bertujuan untuk menyelamatkan temuan benda diyakini sebagai cagar budaya,” ungkap Muhammad Minin Juru pelihara (jupel) Situs Watu umpak, Senin (15/1).

Balai Pelestarian dan Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim menjelaskan, Situs Umpak Sentonorejo merupakan kumpulan dari 17 umpak berbentuk segi delapan. Luas areal situs ini diperkirakan 4.050 meter persegi. Terdapat dua jenis umpak. Di antaranya, umpak segi delapan berukuran besar, dan umpak segi enam berukuran kecil.

Umpak Sentonorejo besar diperkirakan merupakan bagian dari konstruksi bangunan panggung semacam balai. Denah balai pada situs Umpak Sentonorejo kemungkinan berbentuk persegi panjang.

Tak hanya itu, di areal situs ini ditemukan banyak miniatur bangunan balai terbuat dari terakota yang menjadi bukti arsitektur bangunan era Majapahit. ”Ada 14 batu umpak di sisi utara, sisanya berada di sisi selatan. Semua batu umpak tersebut tersusun rapi dan sejajar,” imbuhnya.

 Belakangan ini, wisatawan yang mengunjungi objek situs ini relatif sepi. Tak jarang wisatawan yang mengunjungi situs ini hanya sekadar berswafoto maupun pengenalan sejarah. Situs ini dikunjungi wisatawan dari beragam daerah. Seperti, Jombang, Malang, dan Mojokerto. ”Siapa pun boleh mengunjungi situs ini tanpa dipungut biaya sepeser pun,” tandas Minin. (annisa nur fadilah)

 

 

Editor : Moch. Chariris
#watu umpak #majapahit #situs