RADARMAJAPAHIT.JAWAPOS.COM - Peninggalan Kerajaan Majapahit banyak tersebar di wilayah Trowulan. Salah satunya, Candi Minak Jinggo di Dusun Unggahan, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Candi yang dulunya difungsikan sebagai tempat ibadah raja dan keluarga kerajaan Majapahit. Bangunan ini tersusun dari bata merah dan batu andesit, didukung temuan arca dan relief di dalamnya. Ekskavasi Candi Minak Jinggo pertama dilakukan tahun 1977.
Pada penggalian percobaan ini, ditemukan struktur candi dan tiga arca. Arca pertama yang ditemukan yaitu arca Dewi Sri. Disusul temuan arca kedua, Dewi Laksmi, dan arca Garuda Wisnu. Arca Dewa Wisnu inilah yang dipercaya masyakarat sebagai arca Minak Jinggo. ”Ditemukan dua arca wanita dan satu arca laki-laki,” kata Asik, juru pelihara (jupel) Candi Minak Jinggo, Sabtu (13/1).
Arca Dewi Sri yang ditemukan dalam Candi Minak Jinggo. Arca tersebut diyakini sebuah simbol pangan atau padi. Dalam kepercayaan Hindu, Dewi Sri menggambarkan kemakmuran dan pemberi rezeki. Sedangkan arca Dewi Laksmi dipercaya sebagai simbol air. ”Dua arca ini merupakan bagian terpenting dalam kehidupan,” ungkapnya.
Di samping itu, arca Garuda Wisnu merupakan jelmaan dari para dewa. Masyarakat meyakini, arca ini melindungi dan mengayomi umat manusia. ”Jadi arca yang ditemukan di Candi Minak Jinggo, ketiganya penting dan memiliki hubungan dalam hidup manusia,” ujarnya.
Asik mengungkapkan, penamaan candi ini diambil dari kepercayaan masyarakat terhadap penemuan arca Garuda Wisnu. Penemuan arca ini diyakini oleh masyarakat sebagai arca Minak Jinggo. ”Masyarakat menyimpulkan dari temuan arca ini, namanya menjadi Minak Jinggo,” imbuhnya.
Sementara Balai Pelestarian dan Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim menjelaskan, terdapat banyak relief yang ditemukan dalam Candi Minak Jinggo. Sebanyak 64 panil ditemukan di area candi, dan sebagian lainnya disimpan di Pengelolaan Informasi Majapahit (PIM) atau Museum Trowulan.
Relief yang ditemukan berkisah tentang cerita fabel berjudul Tantri Kamandaka, Panji Kuda Semirang dan Kehidupan masyarakat pada era Majapahit. Fungsi dari Candi Minak Jinggo sebagai tempat ibadah, diperkuat dengan arca yang ditemukan.
Kini, banyak orang yang datang untuk untuk beribadah dan ritual. ”Orang sini kalau mau hajatan, selalu datang ke sini dulu,” pungkas Asik. (nadya azzahra)
Editor : Moch. Chariris