Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Semasa Memimpin Kerajaan, Ratu Dyah Suhita Didampingi Tujuh Tokoh Penting

Moch. Chariris • Kamis, 11 Januari 2024 | 04:11 WIB
MENGENANG JASA: Pengunjung mengamati makam Tujuh Troloyo, di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Misbakhul Ulum for Radar Majapahit)
MENGENANG JASA: Pengunjung mengamati makam Tujuh Troloyo, di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Misbakhul Ulum for Radar Majapahit)

RADARMAJAPAHIT.JAWAPOS.COM - Kerajaan Majapahit memiliki sejarah para pemimpin yang luar biasa. Dalam sejarah Kerajaan Majapahit juga pernah dipimpin seorang Ratu.

Salah satunya adalah Ratu Dyah Suhita atau yang dikenal dengan nama Ratu Kencana Wungu. Pada masa kepemimpinannya, terdapat tujuh tokoh kesayangan sang ratu. Begitu besar jasa yang mereka lakukan, hingga akhir hayatnya dimakamkan di dekat makam Ratu Kencana Wunggu.

BUKTI SEJARAH: Kondisi makam Tujuh Troloyo di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Misbakhul Ulum for Radar Majapahit)
BUKTI SEJARAH: Kondisi makam Tujuh Troloyo di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Misbakhul Ulum for Radar Majapahit)

Ratu Kencana Wungu memimpin Kerajaan Majapahit sejak 1429 hingga tahun 1447 Masehi. Ia mempunyai tokoh-tokoh penting yang ditugaskan membantu mengurusi Kerajaan Majapahit.

Agus, jupel Makam Tujuh Troloyo, Trowulan, mengungkapkan, terdapat tujuh orang yang menjadi kesayangan dari Ratu Kencana Wungu saat memimpin Kerajaan Majapahit. ”Ada tujuh orang yang disayangi oleh Ratu Kencana Wungu, karena mereka telah membantu ratu dalam hal urusan kerajaan,” katanya, Selasa (9/1).

Ketujuh tokoh penting tersebut terbagi menjadi enam orang para penasihat kerajaan, dan satu orang dayang kesayangan Ratu Kencana Wungu. Ketujuh tokoh tersebut di antaranya, pangeran Noto Suryo, Noto Kusumo, Gajah Pramodo, Sabdo Palon, Noyo Genggong, Polo Putro, dan Eman Kinasih. ”Terdapat enam penasihat kerajaan dan satu dayang kesayangan dari Ratu Kencana Wungu,” ujarnya.

Dari ketujuh tokoh tersebut memiliki tugas dalam bidang yang berbeda-beda. Pangeran Noto suryo diyakini dulunya sebagai penasihat dalam bidang ahli tata negara, Noto Kusumo sebagai penasihat dalam bidang ketabiban.

Gajah Pramodo sebagai penasihat ahli peperangan atau sebagai panglima. Sabdo Palon dan Noyo Genggong sebagai penasihat utama pada era kepemimpinan Ratu Kencana Wungu. Dan Eman Kinasih sebagai dayang yang paling disayang oleh Ratu Kencana Wungu.

”Enam penasihat tersebut terbagi menjadi beberapa bidang, mulai dari tata negara, ketabiban, ahli perang, penasihat utama, hingga dayang kesayangan Ratu Kencana Wungu,” terang Agus.

Agus mengungkapkan, Sabdo Palon dan Noyo Genggong merupakan penasihat paling tua dalam Kerajaan Majapahit. Kedua penasihat tersebut bertugas mempertimbangkan dan memberikan pengarahan kepada Ratu Kencana Wungu. Dalam membuat keputusan terkait Kerajaan Majapahit.

”Sabdo Palon dan Noyo Genggong merupakan penasihat sepuh. Mereka memberikan arahan dan mempertimbangkan segala keputusan Ratu Kencana Wungu, selama memimpin Kerajaan Majapahit,” jelasnya.

Kematian para penasihat dan dayang tersebut sekitar era berakhirnya masa kepemimpinan Ratu Kencana Wungu 1447 masehi. Pangeran Noto Suryo meninggal pada 1475 Masehi. Gajah Pramodo meninggal pada 1477 Masehi. Untuk kematian tokoh lainnya belum dapat dipastikan.

Kini makam dari ketujuh tokoh kesayangan Ratu Kencana Wungu, dimakamkan di belakang makam Ratu Kencana Wungu.”Untuk tahun kematian para tokoh sekitar 13 hingga 15 Masehi,” tandasnya. (putri fadiyah)

Editor : Moch. Chariris
#majapahit #SUHITA #makam tujuh