Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Makam Tujuh Troloyo, Diyakini Penasihat Kerajaan Mahajapahit Era Ratu Kencana Wungu

Moch. Chariris • Kamis, 11 Januari 2024 | 03:43 WIB
TERPELIHARA: Kondisi Makam Tujuh Troloyo yang terawat dengan baik di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Ulum for Radar Majapahit)
TERPELIHARA: Kondisi Makam Tujuh Troloyo yang terawat dengan baik di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Ulum for Radar Majapahit)

RADARMOJOKERTO.JAWAPOS.COM - Makam Tujuh Troloyo di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, diyakini sebagai makam penasihat dan dayang Ratu Kencana Wungu.

”Total ada tujuh makam, beberapa nisan yang ada di atasnya ada yang polos dan bercorak,” kata Agus, Rabu (10/1). Area makam yang berjarak sekitar 300 meter dari pintu masuk pemakaman umum Desa Sentonorejo ini, berupa bangunan yang dikelilingi tembok bata, dengan ketinggian setengah badan. Batu nisan yang ada di makam ini berbahan batu andesit.

DISAKRALKAN: Pengunjung sedang berdoa di area Makam Tujuh Troloyo, di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Ulum for Radar Majapahit)
DISAKRALKAN: Pengunjung sedang berdoa di area Makam Tujuh Troloyo, di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Ulum for Radar Majapahit)

”Beberapa nisan memang ada yang memiliki guratan, tetapi nisan yang polos diyakini umur batu andesitnya lebih tua,” imbuhnya. Makam tujuh masuk pada cagar budaya di wilayah Troloyo, menjadi tempat makam Islam kuno di era Majapahit.

Beberapa nisannya, terdapat ukiran tahun saka, lafaz tauhid, dan lambang yang diyakini Surya Majapahit. Secara masehi, tahun Saka yang tertulis di nisan antara abad 13-15 Masehi.

Posisi makam yang membujur utara dan selatan selayaknya makam Islam, hal ini diyakini bahwa orang yang dikuburkan merupakan tokoh Majapahit beragama Islam. ”Tidak semua nisan ada kaligrafi,” tambahnya.

Makam yang ada di area ini terbagi menjadi dua baris. Lima makam di sisi utara misalnya, Pangeran Noto Suryo, Noto Kusumo, Gajah Pramodo, Sabdo Palon dan Noyo Genggong. Sedangkan pada sisi selatan bernama Polo Putro dan Eman Kinasih. Kondisi Situs Makam Tujuh ini terjaga dengan baik oleh juru pelihara (jupel).

Tempat bersejarah yang diyakini memiliki hubungan dengan era Kencana Wungu ini disakralkan masyarakat. Tak jarang, para peziarah melakukan napak tilas dari area makam Troloyo. Peziarah yang datang dari berbagai daerah. Seperti, Mojokerto, Kediri, Surabaya, Malang, Ponorogo, hingga Jogjakarta.

Aktivitas yang dilakukan di makam cukup beragam. Mulai dari mencari informasi sejarah, berdoa, hingga menggelar ritual. ”Banyak pengunjung yang datang pada malam Jumat Legi,” pungkasnya. (nadya azzahra)

 

Editor : Moch. Chariris
#troloyo #majapahit #makam tujuh