RADARMAJAPAHIT.JAWAPOS.COM – Kabupaten Jombang menyimpan sejumlah peninggalan bersejarah pada masa kejayaan Empu Sindok. Di antaranya, Candi Pandegong. Situs cagar budaya peninggalan Kerajaan Medang pada abad ke-10 di Dusun Kuwasen, Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang.
Salah satu cagar budaya yang berhasil diekskavasi oleh Balai Pelestarian dan Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim. Posisi candi berada di tengah areal persawahan ini belum banyak diketahui wisatawan.
Juru pelihara (jupel) Candi Pandegong, Jayadi mengungkapkan, penamaan candi diambil dari nama tanah punden, tempat candi tersebut ditemukan. Menyusul nilai mitos, terdengar bunyi suara Gong misterius yang diyakini warga setempat berasal dari tanah punden tersebut.
”Tanah punden ini dikeramatkan para warga. Karena terdapat makam tokoh yang mbabah alas dusun. Jauh sebelum candi ini ditemukan,” ujar pria berusia 44 tahun ini, Selasa (9/1).
Berawal ditemukanya candi, ketika Jayadi membersihkan sisa pohon tumbang di areal tanah punden. Kemudian, menggali tanah tersebut dan tak disangka menemukan sejumlah arca. Karena penasaran, Jayadi menggali beberapa sisi gundukan tanah sehingga menemukan struktur yang diyakini sebuah candi.
”Pada saat itu, saya membersihkan sisa pohon tumbang kemudian, menemukan arca. Setelah itu, saya menggali tanah puthuk tersebut. Sehingga menemukan struktur bata kuno,” imbuh Jayadi (9/1)
Setelah dirasa adanya struktur bata kuno yang diyakini sebagai candi, Jayadi lantas melapor ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang sekitar tahun 2017 silam. Beberapa tahun kemudian, BPK Wilayah XI Jatim menindaklanjuti dan melakukan ekskavasi temuan struktur bata kuno tahun 2021.
BPK Wilayah XI Jatim menjelaskan, hasil ekskavasi ditemukan sejumlah peninggalan purbakala. Di antaranya, tiga struktur Candi Perwara, arca Nandiswara, arca Mahakala, batu yoni, fragmen arca, gerabah, keramik, hingga tangan arca diyakini tangan dari arca Agastya. Serta fragmen bata yang diyakini bagian struktur Candi Perwara berada di sisi barat Situs Pandegong. (moch. khasib)
Editor : Moch. Chariris