Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Struktur Bendungan Air, Bukti Teknologi Kanal Irigasi di Era Kerajaan Majapahit

Moch. Chariris • Senin, 8 Januari 2024 | 23:39 WIB
INOVATIF: Struktur bendungan kuno diduga terhubung dengan Situs Saluran Air dan Situs Kolam Air di Dusun Nglinguk, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto Moch. Khasib for Radar Majapahit)
INOVATIF: Struktur bendungan kuno diduga terhubung dengan Situs Saluran Air dan Situs Kolam Air di Dusun Nglinguk, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto Moch. Khasib for Radar Majapahit)

RADARMAJAPAHIT.JAWAPOS.COM – Peradaban Kerajaan Majapahit berkontribusi besar dalam membangun Nusantara. Bahkan, sejumlah inovasi teknologi pembangunan irigasi dapat dirasakan hingga saat ini.

Pada era Kerajaan Majapahit tersimpan pemanfaatan dalam mengelola sumber daya air. Salah satunya, struktur bendungan kuno, di Dusun Nglinguk, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Struktur tersebut telah diakui secara resmi sebagai cagar budaya peninggalan era Kerajaan Majapahit. Area ini hanya berjarak sekitar 30 meter dari Situs Saluran Air.

KLASIK: Struktur bendungan kuno bukti kemajuan peradaban masa lalu dalam mengelola saluran irigasi era Kerajaan Majapahit. (foto Moch. Khasib for Radar Majapahit)
KLASIK: Struktur bendungan kuno bukti kemajuan peradaban masa lalu dalam mengelola saluran irigasi era Kerajaan Majapahit. (foto Moch. Khasib for Radar Majapahit)

Sebelumnya, Situs Saluran Air diketahui berada di tepi jalan desa pemukiman penduduk. Namun, struktur bendungan kuno ini berada di tengah areal perkebunan tebu milik warga setempat. ”Cukup sulit ditemukan oleh wisatawan, karena berada di tengah areal perkebunan tebu. Sehingga, hanya dapat di akses dengan berjalan kaki,” tutur Ariwibowo, juru pelihara (jupel) Situs Bendungan, Minggu (7/1).

Struktur tersebut terdiri dari beberapa konstruksi kanal. Masing-masing memiliki panjang sekitar 4 meter, dan lebar sekitar 1,5 meter. Sekilas, terdapat terowongan kecil yang diyakini sebagai saluran irigasi.

Dia mengungkapkan, situs tersebut dahulunya berfungsi sebagai pembagi tiga aliran irigasi yang terbentang di sisi timur, barat, dan selatan. ”Dulunya, struktur bendungan kuno ini terhubung langsung dengan Situs Saluran Air di sisi timur dan Situs Kolam Air, di sisi selatan,” imbuh pemilik lahan dari struktur bendungan kuno ini.

Ariwibowo menyatakan, sebelumnya, struktur ini terkubur tanah perkebunan tebu. Kemudian, pada tahun 1991 silam situs tersebut ditemukan perajin batu bata ketika menggali tanah, dan terdapat struktur bangunan batu bata kuno. Setelah merasa yakin adanya benda bersejarah, warga lantas melapor ke Balai Pelestarian dan Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim.

Struktur ini dapat dikunjungi siapa pun tanpa dipungut biaya. Tak jarang, sejumlah wisatawan datang dan memanfaatkan untuk kegiatan ritual. ”Biasanya pada malam hari, pengunjung melakukan ritual di situs itu,” tandasnya. (moch. khasib)

 

Editor : Moch. Chariris
#majapahit #bendungan #struktur #situs