RADARMAJAPAHIT.JAWAPOS.COM – Dulunya, Situs Gapuro di Dusun Gapura, Desa Mojojajar, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto ini diperkirakan sebuah kediaman Adipati kerajaan pada masa Raja Airlangga.
Hal tersebut diketahui dari sketsa hasil ekskavasi struktur Situs Gapuro oleh Balai Pelestarian dan Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim. Penemuan situs ini berawal dari ketidaksengajaan warga ketika menggali tanah untuk pembangunan gedung posyandu. Bahkan, rencana pembangunan gedung pelayanan kesehatan di lokasi tersebut terpaksa dialihkan, demi mengetahui bentuk dan kondisi struktur bata kuno.
Handrik juru pelihara (jupel) Situs Gapuro mengungkapkan, ekskavasi Situs Gapuro sudah dilaksanakan selama dua tahap. Namun, disayangkan sebagian struktur situs tersebut dikubur kembali, hanya untuk pendataan situs cagar budaya peradaban sejarah. Di samping itu, demi menjaga keamanan dan kondisi struktur situs, sekadar dibangunkan sebuah atap.
”Dulu, situs ini sudah pernah di ekskavasi untuk pendataan cagar budaya dan keperluan sketsa struktur. Kemudian, dikubur kembali demi keamanan situs,” ujar Handrik, Selasa (3/1).
Belakangan ini, kondisi situs tersebut memperihatinkan. Sebab, atap yang dibangun terdiri dari penyangga bambu mengalami kerusakan. Sehingga, atap tersebut harus dibongkar demi keselamatan pengunjung situs.
Tak hanya itu, di antara kerusakan atap, situs ini sering tergenang air saat hujan. Genangan tersebut terjadi pada bekas galian ekskavasi Situs Gapuro. Dengan demikian kondisi tanah areal situs becek. Meski kondisi situs sangat memprihatinkan, akan tetapi, situs ini masih dirawat dengan baik. Perawatan tersebut dilakukan juru pelihara Situs Gapuro, Handrik Budi Santoso.
”Saat ini, susunan batu bata merah Situs Gapuro itu saya tutupi dengan seng supaya tidak lapuk terpapar cuaca,” tutur pria 36 tahun ini.
Kondisi situs yang memperihatinkan ini perlu adanya perbaikan. Seperti, dibangunkan sebuah atap yang lebih layak dan pemugaran pada situs ini. Namun, Handrik mengaku sejauh ini pihaknya masih menunggu bantuan atap dari BPK Wilayah XI Jatim.
”Harapan saya, supaya dibangunkan sebuah atap yang lebih layak dari pada sebelumnya di areal Situs Gapuro ini,” tandas Handrik. (moch. khasib)
Editor : Moch. Chariris