RADARMAJAPAHIT.JAWAPOS.COM - Di samping meramu tanaman menjadi jamu dan obat bubuh, masyarakat Majapahit juga mengenyamnya secara mentah sebagai metode pengobatan.
Bukan sembarang tumbuhan, melainkan yang hidup saat dirinya sakit. ’’Ketika seseorang merasakan sakit secara fisik, pengobatannya di antaranya memakan tumbuhan yang hidup pada saat dia sakit,” ujar Budayawan Mojokerto Putut Nugroho menuturkan.
Yang dimaksud tumbuhan yang hidup adalah yang tumbuh di sekitarnya. Hal itu, lanjut Putut, juga berkaitan dengan musim. ”Misalnya pas sakit kemarau, ya tumbuhan yang muncul saat itu yang dikonsumsi,” imbuhnya.
Dari berbagai sumber, lanjut perupa 62 tahun asal Miji, Kota Mojokerto ini, memakan tumbuhan tak hanya memberi dampak kesehatan. Namun, juga menjaga metabolisme tubuh. ”Tumbuhan itu bisa berupa buah-buahan maupun lainnya,” terangnya.
Putut menyebut, metode ini berkaitan erat sedang keragaman hayati yang masih asri di zaman itu. Semua tanaman tumbuh sesuai dengan musim, tanpa rekayasa genetik seperti yang berkembang sekarang. ”Selain memberi kesehatan, mengonsumsi tumbuhan itu juga memberi efek pada aroma tubuh,” tandasnya.
Editor : Moch. Chariris