Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Melambangkan Kesuburan, Lingga Yoni Situs Bhre Kahuripan, Bermotif Naga dan Berhias Sulur

Moch. Chariris • Minggu, 31 Desember 2023 | 22:32 WIB
BUKTI SEJARAH: Lingga Yoni yang menjadi ikon dari Situs Bhre Kahuripan, di Dusun/ Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. (foto Nadya Azzahra for Radar Majapahit)
BUKTI SEJARAH: Lingga Yoni yang menjadi ikon dari Situs Bhre Kahuripan, di Dusun/ Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. (foto Nadya Azzahra for Radar Majapahit)

RADARMAJAPAHIT.JAWAPOS.COM – Kawasan Bumi Majapahit memang menyimpan banyak peninggalan bersejarah dari kerajaan. Salah satunya Situs Bhre Kahuripan di Dusun/Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto ini.

Pasca dilakukan ekskavasi dari tahun 2018-2023, Situs Bhre Kahuripan kini masih dirawat dengan baik. Dulunya, kawasan Situs Bhre Kahuripan dikenal dengan nama petilasan Tribuana Wijaya Tunggadewi atau Watu Ombo.

Hal ini diyakini karena ditemukan sebuah arca atau patung Tribuana Wijaya Tunggadewi, berikuran sekitar 3 x 2 meteran. Hanya saja, saat ditemukan kondisi tidak utuh alias rusak berat. ”Bagian arca sudah tidak utuh, karena pernah dirusak saat masa peralihan agama Hindu dengan agama Islam,” kata Muhammad Zainuri, jupel Situs Bhre Kahuripan, Minggu (31/12).

TERKINI: Kondisi Situs Bhre Kahuripan, di Dusun/Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, yang hingga kini masih dirawat dengan baik. (foto Nadya Azzahra for Radar Majapahit)
TERKINI: Kondisi Situs Bhre Kahuripan, di Dusun/Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, yang hingga kini masih dirawat dengan baik. (foto Nadya Azzahra for Radar Majapahit)

Dari ekskavasi yang pernah dilakukan, ditemukan patahan jari atau bagian tangan dari patung Tribauna Wijaya Tunggadewi. Selain itu juga ditemukan arca Lingga Yoni. Di bagian barat arca ini tertulis tahun 1294 Saka atau 1372 Masehi.

Ukuran yoni ini cukup besar, dengan panjang 191 cm, lebar 184 cm, dan tinggi 121 cm. Salah satu sisinya terdapat cerat yang disangga oleh pahatan bermotif naga. Badan yoni dihiasi beragam pahatan.

Seperti pada bagian pelipit, berhias pola geometris, sulur, dan daun-daun lotus. Arca Lingga Yoni ini dikenal sebagai simbol kesuburan. ”Keadaan arca masih bagus, tetapi pada bagian lingga sudah hilang,” imbuhnya.

Bangunan Situs Bhre Kahuripan ini, tersusun dari batu-batu andesit. Hal ini diyakini karena dulunya lokasi tersebut tempat khusus atau suci untuk sembahyang. Berbeda dengan Situs Klinterjo, di sisi barat, yang tersusun dari bata merah. ”Memang di sini kan tempat khusus untuk ibadah, makanya terbuat dari batu,” ungkapnya.

Pasca ekskavasi, di Situs Bhre Kahuripan ditemukan bangunan diduga merupakan candi berbahan batu andesit. Sebelumnya, dalam penggalian ditemukan bangunan yang cukup dalam. Kemudian dengan alasan keselamatan dan menjaga kondisinya, bagian bawah situs lantas dikubur kembali.

”Aslinya malah lebih dalam, ini bekas penggalian ekskavasinya. Tetapi, kalau masuk musim hujan banjir dan bisa membahayakan, maka akhirnya ditimbun lagi,” ungkapnya. Saat ini, tanah di kawasan Situs Bhre Kahuripan sudah dibebaskan oleh pemerintah pusat melalui Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim.

Muhammad Zainuri menjelaskan, bahwa nantinya situs ini akan direnovasi dan dibangun kembali. ”Ada sekitar 40 petak sawah yang sudah dibebaskan, nantinya akan dibangun cungkup (atap),” ujarnya.

Pengunjung yang datang di kawasan Situs Bhre Kahuripan berasal dari warga lokal, dan banyak pula datang dari luar pulau, seperti Bali dan Kalimantan. Pengunjung yang datang pun punya maksud beragam. Seperti melakukan ritual di bulan Sura atau sekadar berdoa kepada para leluhur. (nadya azzahra)

Editor : Moch. Chariris
#klinterejo #majapahit #Tribuana Tungga Dewi #situs